PELATIHAN LAGU SIONTONG TABANG, KURETA MANDAKI, DAN OYAK TABUIK PADA GRUP GANDANG TASA ANAK-ANAK, SANGGAR ANAK NAGARI DESA SUNGAI PASAK, KOTA PARIAMAN

A s r i l A s r i l

Abstract


Artikel ini ditulis dari hasil pelatihan gandang tasa lagu Siontang Tabang, Kureta Mandaki, dan Oyak Tabuik yang dilakukan pada grup gandang tasa anak-anak, Sanggar Anak Nagari Desa Sungai Pasak, Kota Pariaman. Grup gandang tasa ini sudah terbentuk sejak pertengahan 2000-an dan telah memiliki lagu sendiri yang disusun oleh pelatih dan pembinanya. Mereka sudah sering melakukan pertunjukan dalam berbagai konteks acara di masyarakat dan mengikuti festival gandang tasa se-kota Pariaman. Untuk meningkatkan kemampuan bermain gandang tasa dan menambah perbendaharaan lagu pada grup anak-anak ini, maka dilakukan pelatihan dengan melatihkan lagu: Siontong Tabang, Kureta Mandaki, dan Oyak Tabuik. Ketiga lagu ini belum mereka mainkan dalam berbagai pertunjukan, sedang ketiga lagu ini sering dimainkan oleh kelompok gandang tasa dewasa di kawasan lain di Kota Pariaman, bahkan di beberapa nagari di Kabupaten Padang Pariaman. Metode pelatihan dilakukan dalam bentuk ceramah (pengarahan), peragaan, dan praktik bersama. Pelatihan materi diberikan secara bertahap, dimulai dari lagu yang lebih mudah hingga ke tingkat yang lebih sulit. Setiap lagu dibagi atas beberapa bagian sebagai materi pelatihan secara menyeluruh, kemudian dibagi sesuai dengan peran memainkan gendang dan tasa,berdasarkan kebiasaan yang berlaku dalam grup. Kata Kunci: pelatihan, gandang tasa, grup gandang tasa anak-anak,Siontong Tabang, Kureta Mandaki, Oyak Tabuik.

Full Text:

PDF

References


Asril. (2016). “Tabuik: Pertunjukan Budaya Hibrid Masyarakat

Kota Pariaman, Sumatra Barat.” Disertasi, Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Asril. (2015). “Peran Gandang Tasa dalam Membangun Spirit dan Suasana pada Pertunjukan Tabuik di Pariaman”.Dalam Humaniora: Jurnal Budaya, Sastra, dan Bahasa, Vol 27 No.1 Februari, hal. 67-80.

Asril. (2008). “Musik Tradisi sebagai Penciptaan Karya Baru”. Makalah, disajikan pada Pelatihan & Workshop Manajemen Produksi Musik di Dinas Parsenibud Kabupaten Tanah Datar, Batusangkar 20-21 Oktober.

Asril. (2003). “Musik Nusantara: Gandang Tambua”. Buku ajar (tidak dipublikasikan), Padangpanjang: Sekolah Tinggi Seni Indonesia.

Bahar, Mahdi., et al. (2010). “Pemanfaatan Khazanah

Tradisi Musik Gandang Tambua Minangkabau dalam Rekayasa Penciptaan Genre Baru Ansambel dan Musik Lapangan (Penciptaan Prototipe Ansambel dan Lagu-lagu Musik Gong Tambur sebagai Model Pengembangan)”. Laporan penelitian. Padangpanjang:

STSI Padang Panjang.

Muchtar, Asril. (2005), “Gandang Tambua: Musik Pembangkit Semangat Heroik‟ dan Patriotik‟, dalam Upacara Tabuik di Pariaman, Sumatra Barat”. Dalam Jurnal Panggung STSI Bandung, No. XXXVII, hal. 67-74.

Muchtar, Asril. (2002). “Pemberdayaan Musik Tradisi Minangkabau dalam Era Kembali Bernagari”, Makalah disajikan di Batu Sangkar, 7 Oktober.

Pasaribu, Ben M. (1992). “Taganing Batak Toba: Suatu Analisis

Struktural dan Stratifikasi Sosial”, dalam Sugeng Nugraha (ed.). Seni Pertunjukan Indonesia. Surakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Purba, Mauly. (1991). “Mangindo Gondang di dalam Penyajian Musik Gondang Sabangunan pada Masyarakat Batak Toba”. Jurnal Masyarakat Musikologi Indonesia, Tahun II No. 2, hlm. 134-139




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/bt.v1i2.151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.