MEDIA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI CETAK SARING UNTUK PEMBUATAN SOUVENIR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA WISATA BETISREJO, SRAGEN

Basnendar Herry Prilosadoso, Agus Sutedjo, Muji Soewasta

Abstract


Kawasan desa yang memiliki daya tarik terhadap wisatawan lokal, maupun luar negeri yang mengunjungi kawasan tersebut setidaknya dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, seperti halnya infrastruktur yang bagus (jalan), dan ketersedian transportasi, sehingga lebih mempermudah  para wisatawan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di desa-desa. Fasilitas-fasilitas yang seyogyanya ada di suatu kawasan desa wisata antara lain: sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan akomodasi. Tidak kalah pentingnya, aspek pengadaan souvenir (cinderamata) sebagai media buah tangan juga perlu dipikirkan, selain untuk media promosi yang efektif. Wilayah Kabupaten Sragen yang mempunyai potensi baik dari aspek sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat mendukung bidang kepariwisataan. Desa Wisata Betisrejo berada di lokasi yang strategis dengan berada di jalur koneksitas dengan obyek wisata yang ada di wilayah Solo raya, di mana lokasi tersebut dekat dengan wilayah Museum Sangiran, desa Wisata Batik Kliwonan dan Pilang (Masaran), berada dekat dengan Candi Sukuh dan Cetho dan Tawangmangu. Betisrejo merupakan akronim dari nama tiga desa di wilayah Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, yakni : JamBEyan; JeTIS; dan SukoREJO. Desa Wisata Betisrejo terletak 20 km sebelah selatan pusat kabupaten Sragen, tepatnya di sisi utara kaki Gunung Lawu. Betisrejo merupakan Desa Wisata bercorak agro dan banyak lokasi yang menarik dikunjungi. Salah satu daya tarik sebuah tujuan wisata, maka keberadaan souvenir (cinderamata) sangat penting. Souvenir bergam media, salah satunya melalui diproduksi teknologi cetak saring. Pelatihan ketrampilan teknologi cetak saring (sablon) bagi masyarakat yang akan memberi keterampilan (skill) di bidang ketrampilan teknologi cetak saring tingkat dasar. Alasan pemilihan pelatihan ketrampilan teknologi cetak saring bahwa teknologi tepat guna tersebut telah berkembang menjadi prospek yang menjanjikan di bidang industri kreatif yang banyak mencetak wirausahawan sekaligus menjadi salah satu andalan pendukung di bidang ekonomi kreatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia sekarang ini, khususnya mendukung Desa Wisata Betisrejo.  Permasalahan adanya kendala media, materi dan teknik pelatihan yang belum disesuaikan dengan karakteristik peserta pelatihan karena disebabkan oleh belum adanya lembaga formal maupun non formal (lembaga pelatihan keterampilan teknologi cetak saring yang menyediakan media dan materi yang sesuai dengan masyarakat di Desa Wisata Betisrejo. Melalui model pelatihan yang menggabungkan antara teori dan praktek dengan media pembelajaran yang dikemas dengan menarik, sehingga materi pelatihan dapat diterima oleh peserta sebagai mitra program pengabdian pada masyarakat.


Full Text:

PDF

References


Heru Granito. 2008. Panduan Usaha Sablon T-Shirt, Yogyakarta, Media Pressindo.

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2009. Media Pengajaran. Bandung, Sinar Baru Algensindo

Profil Gerkatin Solo. Brosur DPC Gerkatin 2012.

Artikel Gerkatin Solo, Impikan Fasilitas Umum Ramah Tuna Rungu,

Harian Joglosemar, Sabtu, 17 Maret 2012 hal. 17.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/bt.v2i2.353

Refbacks

  • There are currently no refbacks.