MELESTARIKAN SENI TRADISI MELALUI PEMBINAAN RANDAI DI NAGARI SUNGAI LANDIA

Desi Susanti, Wenhendri Wenhendri

Abstract


Dewasa ini ditemui ada beberapa kesenian tradisi Minangkabau yang bisa hidup dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, namun dilain pihak juga ditemui beberapa kesenian tradisi yang sudah tidak ada lagi masyarakat pendukungnya dan dikhawatirkan suatu kesenian itu akan hilang begitu saja ditelan masa. Hal yang sama juga terjadi di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Nagari atau desa ini berada di jalur Padang Lua-Maninjau atau jalan yang menghubungkan antara Bukittinggi dan Maninjau. Pembinaan dan pelatihanan randai sebagai upaya melestarikan seni tradisi kepada generasi muda di Nagari Sungai Landia dengan tujuan untuk mendekatkan seni tradisi Minangkabau kepada generasi muda atau generasi milenial, agar kekayaan seni khas minangkabau ini tetap terawat diantara perkembangan global yang kian kuat menjauhkan generasi muda pada lingkungannya. Pembinaan dan pelatihan randai ini menggunakan metode ceramah dan praktek, dengan demikian setelah pelatihan berakhir, masyarakat atau generasi muda diharapkan mampu menguasai teknik bermain randai yang baik sehingga bisa bersaing di tingkat daerah.


Full Text:

PDF

References


Ashley Turner, 1993, “Ekologi Kebudayaan Musik Masyarakat Melayu Petalangan di Riau:, dalam Seni Pertunjukan Indonesia, Jakarta. Gramedia Widiasarana Indonesia.

---------------, 2003/2004, “Kisah Nan Tongga Dalam Dondang” Laporan Karya Seni, STSI Padangpanjang

Ganap Victor, 1995,”Lagu Rakyat dan Kebudayaan Global”. Makalah disampaikan Pada Seminar Tingkat nasional di ASKI Padangpanjang.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/bt.v4i2.900

Refbacks

  • There are currently no refbacks.