PELATIHAN BERKESINAMBUNGAN PEMBUATAN ALAT PERANGKAP HAMA SEMI OTOMATIS TANAMAN HORTIKULTURA UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETANI KECAMATAN KOTA GAJAH, LAMPUNG TENGAH

Mareli Telaumbanua, Budianto Lanya, Agus Haryanto, Siti Suharyatun, Winda Rahmawati

Abstract


Serangga hama pada umumnya menyerang tanaman hortikultura dan membawa virus yang berbahaya bagi tanaman. Untuk itu, diperlukan sistem kendali yang tangguh dan presisi agar mampu mengendalikan serangga hama. Peneliti dari Universitas Lampung telah merancang sebuah alat perangkap serangga hama semi otomatis memanfaatkan energi cahaya matahari yang dapat mengendalikan perkembangan serangga hama di lahan budidaya tanaman hortikultura. Teknologi yang ditransformasikan pada masyarakat memiliki biaya perakitan yang terjangkau dengan manfaat yang besar untuk mengurangi pengaruh kegagalan panen dari serangan serangga hama. Tujuan pengabdian ini adalah transformasi teknologi melalui sosialisasi, pelatihan, pembuatan, perawatan perangkap serangga hama semi otomatis dari Universitas Lampung secara berkesinambungan. Pengabdian ini dilakukan untuk produsen tanaman hortikultura pada kelompok tani Maju, Kecamatan Kota Gajah Lampung Tengah. Sistem kerja alat ini Pada saat malam hari, lampu ultraviolet dan lampu TL yang terpasang mampu menarik serangga hama untuk datang di sekitar lampu untuk jatuh ke perangkap. Sedangkan siang hari, aroma atraktan dan fermomon mampu menarik serangga hama untuk terjerat. Teknologi yang digunakan ini telah terintegrasi dengan sumber listrik dari energi terbarukan yaitu solar cell.


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. 2014. IHK dan Inflasi Banten Tahun 2014. Serang (ID): BPS Provinsi Banten.

Dibijantoro, AL & Sanjaya, Y .2001. ‘Peranan agens hayati pada pengendalian trips mendukung pengelolaan ekosistem sayuran berkelanjutan’, Pros. Simposium Pengendalian Hayati Serangga, Sukamandi, hlm. 107-120.

Duriat, A, S. 2008. Pengaruh ekstrak bahan nabati dalam menginduksi ketahanan tanaman cabai terhadap vektor dan penyakit virus kuning keriting’, J. Hort., vol. 18, no. 4, hlm. 446-56.

Setiawan, A, F dan Hadianto, H. 2014. Ekonomi Pertanian, Sumberdaya dan Lingkungan. JAREE. 2 : 81-97.

Setiawati, W, Udiarto, BK & Soetiarso, TA 2007, ‘ Selektivitas beberapa insektisida terhadap hama kutukebul ( Bemisia tabaci Genn.) dan predator Menochilus sexmaculatus Fabr., J. Hort., vol. 17, no. 2, hlm. 168-74.

Setiawati,W, Udiarto, BK & Soetiarso, TA 2008, ‘ Pengaruh varietas dan sistem tanam cabai merah terhadap penekananpopulasi kutukebul ‘, J. Hort., vol. 18, no. 1, hlm. 55-61.

Setiawati , W, Murtiningsih, R & Hasyim, A 2011, ‘ Laboratory and field evaluation of essensial oil from Cymbopogon nardus as oviposition detterent and ovicidal activities ‘, Indonesian J. Agric. Sci., vol 12, no. 1, hlm. 9-16.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/bt.v4i2.911

Refbacks

  • There are currently no refbacks.