EKSISTENSI GONG BAMBU DALAM KENDUHAI SKO DI KOTA SUNGAI PENUH, KERINCI

Deria sepdwiko, Nursyirwan Nursyirwan, Hanefi Hanefi

Abstract


ABSTRAK

Gong Bambu adalah suatau alat musik yang terbuat dari bambu dan mempunyai nada menyerupai dengan bunyi nada dua buah Gong Perunggu, Gong Bambu ini dijadikan oleh masyarakat sebagai media perizinan adat (ngejon arah) Kesenian ini terdapat di daerah Kota Sungai Penuh, Kerinci.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk mengidentifikasi realitas musikal Gong Bambu dalam Kenduhai Sko, pengumpulan data diawali dengan studi pustaka, dan dilanjutkan dengan teknik observasi dan wawancara. Sedangkan metode transkripsi digunakan untuk memvisualisasikan melodi Gong Bambu serta mengkomunikasikanya dalam bentuk deskripsi musikal.
Secara teknis, Gong Bambu dalam Kenduhai Sko dibentuk oleh teknik pukul dengan menggunakan tangan yang dihadirkan oleh dua orang pemusik Gong Bambu. sehingga menghasikan melodi yang sangat berbeda. Tempo dan dinamika melodi Gong Bambu dipengaruhi ekologi alam Kota Sungai Penuh, Kerinci yang dikelilingi bukit dan sungai serta terletak di wilayah yang berbentuk tempurung.
Sementara itu garapan musikal Gong Bambu didasari atas prinsip sistem adat, yang telah diterapkan pula pada proses musyawarah dan mufakat. Sebagai karakter utama masyarakat Kota Sungai Penuh. Dengan demikian alam dan karakter masyarakat merupakan dasar utama pembentuk Makna Gong Bambu.


Kata kunci : Makna, Musik Gong Bambu, Kenduhai Sko.

 

 

ABSTRACT

Bamboo Gong is a musical instrument made of Bamboo and has a tone resembling the sound of a tone with two Bronze Gongs, Gong Bamboo is used by indigenous peoples as a media licensing (ngejon direction) art is contained in the regional rever city full, Kerinci.
Research was conducted using qualitative methods to identify musical reality Bamboo Gong in Kenduhai Sko, data collection begins with a literature study, followed by observation and interview techniques. Whereas the transcription method used to visualize and communication Bamboo Gong melody in the form of musical description.
Technically, Bamboo Gong in Kenduhai at Sko formed by using hand techniques presented by two Bamboo Gong musicians. Resulting in a very different melody. Tempo and dynamics influenced melodies Bamboo Gong River City Full of natural ecology, Kerinci surrounded by hills and rivers, and located in the region that is shaped shell.
While it filmed Bamboo Gong musical based on the principle of the process of delibeation and consensus, as the main character of the community is the basis of meaning-forming Bamboo Gong.

Key words : Meaning, Bamboo Gong Musik, Kenduhai Sko.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Bandem, I. Made, 2004. “Seni Tradisi di Tengah Arus Perubahan: dalam Seni Tradisi Menentang Perubahan, Mahdi Bahar (ed), STSI Padangpnajang Press: Padangpanjang.

Endraswara, 2003. Metodologi Penelitian Kebudayaan, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Greetz, Clifford, 1981. Abangan, Santri, Pirayi Dalam Masayarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya.

Gregor, 1998. Ketika Sejarah Berseragam Membongkar Ideologi Militer Dalam Menyusun Sejarah Indonesia, Yogyakarta: Syarikat.

Hermien Kusnayati, 2000. Arak-Arakan Seni Pertunjukan Dalam Upacara Tradisional di Madura, Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia.

Jauhari, Budhi Vrihaspathi dan Eka Putra, 2012. Senarai Sejarah Kebudayaan Suku Kerinci, (Jambi: Bina Potensia Aditya Mahatva Yodha Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi)

Tim penyusun, 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Kebudayaan dan Pendidikan Repoplik Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats