EKSISTENSI TARI ANDUN DALAM UPACARA ADAT NUNDANG PADI MASYARAKAT PINO RAYA KABUPATEN BENGKULU SELATAN

Septri Mizliati, Ediwar Ediwar, Suherni Suherni

Abstract


ABSTRAK

Tulisan ini membahas tentang tari Andun dalam upacara adat Nundang padi di Desa Selali Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu mencoba mendeskripsikan aspek-aspek pertunjukan tari Andun dan menganalisis upacara adat Nundang padi sesuai dengan prosesi pelaksanaanya. Upacara adat Nundang padi ini dilaksanakan oleh masyarakat Desa Selali setiap lima tahun sekali, kegiatan upacara ini merupakan ritus kesuburan untuk pembenihan padi, yang didalamnya terkandung aspek spiritual yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kegotong-royongan masyarakat Desa Selali dalam melakukkan aktifitasnya bertani.

Tari Andun adalah tari tradisional masyarakat Bengkulu selatan, tari ini didalam upacara adat Nundang padi sebagai rangkaian dari upacara adat. Tari Andun ditampilkan pada hari pertama dan hari ketiga, hari pertama berfungsi sebagai hiburan diitarikan oleh masyarakat selali, selanjutnya hari ketiga ditarikan oleh remaja dan berfunggsi sebagai kesuburan.

 

Kata kunci: Tari Andun, Nundang padi.

 

ABSTRACT

This paper, discusses the ceremonial dance Andun Nundang rice in Pino Raya village Selali District of South Bengkulu. This study is a descriptive analysis that tries to describe aspects of dance perpormance and tries to describe aspects of dance performance and analyze Andun ceremonial procession Nundang rice according to the implementation. The traditional ceremony was conducted by Nundang rice of fertility for rice seeding, in which there are spiritual aspects that reflect the spirit of togedherness and community Selali vilage in conducting farming activities.

Dance is a traditional dance community Andun south Bengkulu, this dance Nundang rice in traditional ceremonies as  a series of traditional ceremonies. Andun dance show on the first day and the third day, the first day of intertainment serves as danced by the community Selali. theree days later danced by teenagers and serves as fertility.

 

Keywords: Andun dance, Nundang rice


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Daryusti. 2010. Lingkaran Lokal Genius dan Pemikiran Seni Budaya. Yogyakarta: Cipta Media.

Desfiarni. 2004. Tari Lukah Gilo Sebagi Rekaman Budaya Minangkabau Pra Islam: Dari Magis Ke Seni Pertunjukan Magis.Yogyakarta: Kalika.

Dibia, I Wayan. 2006. Tari Komunal. Jakarta: Pendidikan Seni Nusantara.

Peterson Royce, Anya. 1976. The Anthropology Of Dance. London: Indiana Unipersity.

Hamka. 1984. Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Pustaka Panji Mas.

Hadi, Sumandio. Sosiologi Tari. Yogyakarta: Pustaka. Tt.

Koentjaraningrat. 1989. Pengantar Ilmu Antropologi. Jogjakarta: Aneka cipta

Kusmayani, Hermin. 2000. Arak- Arak Seni Pertunjukan Dalam Upacara Tradisional Madura. Yogyakarta: Pustaka.

Salim, Peter. 2001. Kamus Bahasa Indonesia Konterporer. Jakarta: Modern English Pres.

Suharto, Ben. 1999. Tayub. Pertunjukan dan Ritus Kesuburan. Yogyakarta: Arti Line.

Soedarsono. 2003. Seni Pertunjukan Indonesia dan Pariwisata. Yogyakarta: Gadjah Mada, Universitas Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.