BENTUK TARI PELITO SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA MELAYU - MINANGKABAU PADA MASYARAKAT DESA PONDOK KANDANG, KABUPATEN MUKO-MUKO PROVINSI BENGKULU

Ayu Wandira, Yusfil Yusfil

Abstract


Artikel ini membahas tari Pelito yang eksis di tengah masyarakat Pondok Kandang di Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu sebagai ekspresi budaya Melayu - Minangkabau. Tari Palito selalu hadir dalam upacara Pernikahan dan Halal Bihalal yang berfungsi sebagai hiburan. Untuk membahas bentuk tari Pelito digunakan teori bentuk yang dikemukakan oleh Y. Sumadiyohadi yang menyatakan, bahwa bentuk merupakan wujud yang diartikan sebagai hasil dari berbagai elemen seperti, penari, gerak, musik, kostum atau busana, tata rias, properti, pola lantai dan tempat pertunjukan. Dalam hubungan ini, tari pelito ditarikan oleh penari wanita tanpa ditentukan jumlahnya, dengan gerak lenggang dan putar piring sebagai properti yang dilengkapai dengan lampu tonggok. Gerakan tersebut merupakan ciri khas tari Melayu dan tari Minangkabau. Alat musik sebagai pengiring tari terdiri dari kerincing, serunai dan redap. Kostum yg digunakan baju lengan panjang, kain panjang dan jilbab, tata rias yang digunakan adalah rias keseharian. Pola lantai yang digunakan, horizontal, diagonal dan lingkaran. Tempat pertunjukan di halaman terbuka. Tari Pelito saat ini merupakan identitas  budaya  Pondok Kandang dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat.           

 


Keywords


Tari Pelito, bentuk, dan masyarakat Pondok Kandang

Full Text:

PDF

References


F. X. Widaryanto. Koreografi. 2009. Bandung: Jurusan tari STSI Bandung.

I Wayan Dibia, DKK. Tari Komunal. 2006. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

Jusmani ,SE. Sejarah Adat Istiadat Dan Potensi Desa Air Beraw. 2014. Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu.

Refisrul. "Eksistensi Tari Gandai Pada Masyarakat Mukomuko". Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Sumatera Barat. Vol.4. No 1. Juni 2018.

R. M. Soedarsono. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukkan Dan Seni Rupa. 1999. Bandung.

Roby Hidayat. Koreografi dan Kreatifitas. Yogyakarta: Kendal Media Pustaka Seni Indonesia, 2011.

Salisna Oktari, Dillinar Adlin. "Kajian Tekstual Tari Dampeng Ayohok Di Desa Kilangan Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil" . Jurnal Seni Tari Universitas Negeri Medan. Vo. 8. No 1 Edisi April. 2019.

Y. Sumandiyo Hadi. Kajian Teks dan Konteks. 2007.Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

. Seni Pertunjukkan dan Masyarakat Penonton. 2012. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.