TARI MELAYU MINANGKABAU DALAM DILEMA

Erlinda Erlinda

Abstract


Kehadiran tari Melayu Minangkabau  dengan segala kespesifikan dan keunikannya pernah memberi pengkhasan terhadap tari Minangkabau secara menyuluruh, sehingga mampu mewarnai persepsi sebagian seniman tari dan budayawan Minangkabau dalam pernyataan bahwa dasar gerak tari Minangkabau adalah lemah gemulai namun tetap dinamis dan tajam yang diungkapkan dalam falsafah gerak “Siganjuan lalai, pado pai suruik nan labiah, alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati”.

Dalam perkembangannya dewasa ini tari Melayu Minangkabau menjadi terpinggirkan dalam berkreativitas seni tari oleh para senimannya, malahan terlihat susah untuk dikembangkan, karena secara teknis koreografi perkembangan tarian tersebut sudah tertutup oleh perkembangan tari tradisional rakyat Minangkabau yang bersumber pada gerak silat Minangkabau. Kondisi itu menimbulkan kecemasan terhadap kelestarin tari Melayu Minagkabau untuk masa depan.


Keywords


Tari Melayu, Minangkabau, dan Sosial Budaya

Full Text:

PDF

References


Diah Rosari. 2015 “Eksistensi Tari Payang Sebagai Tari Melayu Minangkabau”.Dalam Jurnal Ekspresi Seni, Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol. 17, No. 2, November 2015

Erlinda. 2011. “Diskursus Estetika Tari Minangkabau Di Kota Padang Sumatera Barat Pada Era Globalisasi”. Disertasi. Denpasar: Program Pascasarjana Udayana.

______. 2012. “TariMelayuMinangkaau: Antara Ada danTiada”. DalamProceding International Seminar of Southeast Asia Malay Arts Festival.Rediscovering the Treasures of Malay Culture.ISI Padangpanjang Press.

Hakimi, Idrus. 2001. 1000 Pepatah-Petitih Mamang-Bidal Pantun-Gurindam bidang Sosial Budaya, Ekonomi, Politik, Hankam, dan Agama di Minangkabau. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyadi, KS. 1995. “Tari Minangkabau Gaya Melayu Paruh Pertama Abad XX (Kontinuitas dan Perubahan)” Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Program Pasca Sarjana.

Murgianto, Sal. 1985. “Seni Tari Melayu dan Refleksi Keindahan” dalam kumpulan Seminar Masyarakat Melayu dan Kebudayaan. Tanjung Pinang: Melayulogy Departemen Pendidiokan dan Kebudayaan.

Naim,Mochtar. 1984. Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Parani, Yulianti L. 1985. “Seni Tari Melayu Fungsi dalam Kebudayaan Melayu” dalam Kumpulan Seminar Masyarakat Melayu dan Kebudayaan. Tanjung Pinang: Melayulogy Departemen Pendidikan dan Kebudayaan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.