TARI SEKAPUR SIRIH SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI

Asmaul Husna, Ninon Syofia, Hardi Hardi

Abstract


Tulisan ini  membahas secara tekstual tari Sekapur Sirih sebagai tari penyambutan tamu yang sekaligus merupakan identitas budayamasyarakat Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.Tarian ini merupakan satu-satunya tari penyambutan tamu yang penggarapannya dipercayakan oleh Pemerintah Daerah KabupatenvMerangin kepada seorang seniman bernama Ferlita Rachm pada tahun 2000.Sebagai ungkapan budaya, tari Sekapur Sirih memiliki ciri khas yang menggambarkan budaya yang dianut oleh masyarakat Merangin. Cirikhas tersebut terlihat pada gerak yang menciri merupakanpengembangan dari tari tradisional Tauh, yang ditarikan oleh enam orang perempuan dan dua orang pembawa cerano sepasang putra dan putri disebut (bujang dan upik). Alat musik pada tarian ini menggunakan gendang Melayu, Accordion, Kerincing, Kolintang kayu empat nada, Bass, dan Gong. Busana yang dipakai pada tari ini menggunakan baju adat pengantin perempuan khas Merangin yaitu baju kurung sempit lengan, kain batik Jambi susun sirih, tekuluk Ba-I bai Samping, sungku (sunting Merangin), senangkawan (tutup dada), selendang samping dan aksesoris seperti kalung tiga tingkat, gelang, anting, dan pending.

 


Keywords


Tari Sekapur Sirih, identitas dan budaya

Full Text:

PDF

References


Alo liliweri, 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKis Pelangi Aksara.

Daryusti, 2010. Lingkaran Lokal Jenius & Pemikiran Seni Budaya. Yogyakarta:Cipta Media.

----------- 2001. Kajian Tari Dari Berbagai Segi. Bukittinggi:Pustaka.

Dian Purnama, 2003. “Tari Sekapur Sirih Sebagai Penyambutan Tamu Di Kota Jambi (Tinjauan Sosial Budaya)”. Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

Piliang Yasraf Amir,.2004. Dunia Yang Dilipat Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra.

Sal Murgiyanto, 2006. Koreografi. Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.