KOREOGRAFI KUAU DALAM PERSPEKTIF ALAM FAUNA

Riswani Riswani, Mugi Ari Saputra

Abstract


Kuau adalah nama burung yang oleh masyarakat Jambi dianggap sakral sementara di Kalimantan burung Kuau dianggap Agung. Untuk menggarap konsep, pengkarya menghasilkan dua karakter yang berbeda dari kedua wilayah dan makna filosofsis burung kuau dengan menggunakan properti sayap yang berbentuk setengah lingkaran seperti kipas. Ekslporasi gerak terkait dengan pengembangan dari tingkah laku burung Kuau yang divisualisasikan dengan karakter pengkarya. Metode yang digunakan dalam pelahiran karya ini diantaranya, observasi, pengolahan data, studi pustaka, pemilihan pendukung karya, eksplorasi, penataan gerak, improvisasi, dan evaluasi. Dalam karya ini terdiri dari tiga bagian, bagian pertama menggambarkan bagaimana karakter burung kuau yang berada di Jambi yang dianggap oleh masyarakat bahwa burung kuau adalah burung yang sakral, bagian kedua menggambarkan burung kuau yang berada di Kalimantan yaitu yang berkarakter lebih atraktif dan bersifat agung oleh masyarakat suku Dayak, dan bagian ketiga menggambarkan interpretasi pengkarya terhadap filosofi Burung Kuau.

 

Kuau is the name of a bird that is considered sacred by the people of Jambi whilein Borneo the Kuau bird is considered as supreme (grand). To work on the concept, the creator produces two different characters from the two regions and the philosophical meaning of the kuau bird by using wing properties that aresemicircular like a fan. Exploration of motion is related to the development of thebehavior of the Kuau bird which is visualized by character of the creator. Themethods used in the delivery of this work include observation, data processing, literature study, selection of supporting works, exploration, structuring motion,improvisation, and evaluation. This work consists of three parts, the first pardescribes how the character of the kuau birds in Jambi, which is considered bythe community that the bird is a sacred, the second part depicts the kuau bird iBorneo, which has more attractive and noble by Dayak tribes, and the third partdescribes the about an interpretation of the philosophy of the Kuau bird from creators perspective.


Keywords


Burung Kuau; Karakter; Sakral; Agung; Filosofi; Kuau Bird; Character; Sacred; Grand; Phylosophy;

Full Text:

PDF

References


Hawkins, Alma M. 2003. Creating Through Dance (Mencipta Lewat Tari terjemahan Y. Sumandiyo Hadi). Manthili Yogyakarta.

Hidayat, Robby.2011. Koreografi dan Kreatifitas. Yogyakarta:

KendilMedia Pustaka Seni Indonesia.

Hidayat, Robby.2008. Seni Tari Pengantar Teori dan Praktek Menyusun Tari Bagi Guru.Universitas Negeri Malang.

Martono, Hendro. 2008. Sekelumit Ruang Pentas. Yogyakarta: Cipta

Media

Sumandiyo, Hadi Y. 2003 Aspek-aspek dasar Koreografi kelompok.

Yogyakarta: Elkhapi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Nomor ISSN:1907-4859 (media cetak)