Komposisi Musik Ranah Berlagu Dari Dendang Sirukam Maelo Kayu Nagari Sirukam Kabupaten Solok
Abstract
Karya “Ranah Berlagu” merupakan sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari kesenian tradisional Dendang Sirukam Maelo Kayu, yang berasal dari Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dendang ini merupakan bentuk ekspresi musikal masyarakat Minangkabau yang secara tradisional digunakan dalam kegiatan gotong royong pengambilan kayu dari hutan untuk pembangunan Rumah Gadang. Dalam praktiknya, dendang ini disampaikan secara responsorial, berstruktur pantun yang sederhana, serta diwariskan secara lisan, sehingga memiliki keterkaitan erat dengan karakteristik folk musik. Dalam proses penciptaan, pengkarya mengolah Dendang Sirukam Maelo Kayu menjadi sebuah komposisi musik baru bergaya folk dengan pendekatan musik populer dan nuansa kontemporer, namun tetap mempertahankan akar tradisional Minangkabau. Karya ini terdiri dari dua bagian, yaitu representasi dendang saat pengambilan kayu di hutan dan saat proses pembangunan Rumah Gadang. Masing-masing bagian dikembangkan dengan teknik vokal responsorial, harmoni, canon, serta penggunaan instrumen seperti banjo, gitar bass, oud, saluang, Irish flute, dan vokal. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk mengembangkan dan memperkenalkan tradisi Dendang Sirukam Maelo Kayu ke dalam format folk musik yang lebih universal, serta mendorong apresiasi masyarakat terhadap seni tradisi melalui pendekatan musikal yang lebih relevan dengan generasi masa kini. Diharapkan, karya ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam berkarya secara inovatif tanpa kehilangan identitas budaya lokal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bandem, I. M. (2001). Metodologi penciptaan seni. Karya Cipta Seni Pertunjukan, 455.
Edward, Robert. Diakses 2025. world music tak lagi sepenuhnya music daerah atau musik etnis. (wttps:en.m.wikipedia.org/wiki/Robert_E_Brown di akses 22 februari 2025)
Firdaus, Jumaidil, 2023. Alek Kapalo Banda, Tesis Karya Seni. Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Firman Ashaf, Abdul. Sikap politik pemerintah dalam perwacanaan musik populer tahun 80-an dan 90-an.
Hardjana, Suka. 2003. Coret-Coret Musik Kontemporer Dulu Dan Kini. Jakarta: Ford Foundation dan Masyarakat Seni Pertunjukan.
Hedrianto, 2023.Baboiyen. laporan karya seni Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Hendri, yon. (2004), Dari Dendang ke Lagu Pop Minang;Suatu Kajian Tentang Perkembangan Musik MinangKabau di Sumatera Barat. Jurnal Penelitian STSI Padangpanjang. PadangPanjang.
Jurnal Ekspresi Seni jurnal ilmu pengetahuan dan karya seni oleh Desrilland,
Mack, Dieter. 2001. “Musik Kontemporer & persoalan Intelektual”. Yogyakarta; jalasutra Offiset.
Nettl, Bruno .Folk music in historical context, article history, terjemahan Rendi Kurnia Illahi.
Randel, D. M. (Ed.). (1999). The Harvard concise dictionary of music and musicians. Harvard University Press.
Sari, R. W. (2023). Dendang Ratok dalam Acara Baralek di Nagari Guguak Malalo Sumatera Barat. SELONDING, 19(2), 102-113.
Swift, Taylor, 2012. Save And Sound.
Zulfadli, 2013. Batinggia Duo Tampek.laporan karya seni Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v5i2.6095
Visitors



