BAKAYAIK DALAM UPACARA KEMATIAN MAATUIH HARI DI NAGARI ANDURING KEC. 2X11 KAYUTANAM KAB. PADANG PARIAMAN

Irma Yeni Oktavia, andar indra sastra, Desmawardi Desmawardi

Abstract


Bakayaik adalah suatu seni vocal bernafaskan Islam yang rutin dilakukan saat upacara memperingati seratus hari meninggalnya seseorang, dalam masyarakat Nagari Anduring Kecamatan 2X11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Pada malam maatuih hari dipertunjukan kesenian badikie dan ratik tagak kemudian dilanjutkan dengan bakayaik dan diakhiri dengan do’a mauluik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bakayaik dalam maatuih hari, dengan metode kualitatif memakai pendekatan sosial antropologis. Aspek-aspek yang dikaji meliputi konteks dan teks serta gaya bakayaik dalam kebudayaan Minangkabau, khususnya seni bernuansa Islam dalam masyarakat “kaum kuno” di Padang Pariaman. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya suatu kelompok musik bakayaik disebabkan adanya waktu luang diantara lagu-lagu yang ada atau panjangnya jedah dalam pertunjukkan dikie mauluik pada upacara kematian maatuih hari. Ditinjau dari struktural pertunjukkannya bakayaik adalah menceritakan riwayat Nabi Muhammad Salallahu’Alaihi Wa Sallam mulai dari dalam kandungan ibunya sampai dengan perjuangan Nabi meneggakkan Islam. Adapun teks dari bakayaik tersebut terdiri dari bahasa Arab dan bahasa Minang.

Keywords


Bakayaik, Upacara kematian, Maatuih Hari

Full Text:

PDF

References


Ariyono, Suryono, Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Persindo, 1985.

A., Morissan M. Dkk, Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana, 2012. Bungin, Burhan, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Putra Grafika, 2007.

Desmawardi,”Studi Analisis Lagu Tradisi Minangkabau: Salawaik Dulang Di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar, Tugas Akhir Program Studi Etnomusikologi Institute Seni Indonesia”, Jogjakarta,1992.

Djelantik, A.A.M,Estetika sebuah pengantar, Bandung: MSPI, 1999.

Desmawardi, “Nyanyian Religius “Mando’a: Suatu Aktivitas Masyarakat Terhadap Seni Nuansa Islam” di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat”, 2010.

Ediwar, “Upacara Ritual Kematian Di Kecamatan Batipuh Kabupaten

Tanah Datar-Sumatera Barat”,1997-1998.

Hasan Alwi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 2000.

Hajizar, Dimensi Spiritual Nyanyian Religius Barzanji Masyarakat Nagari Bunga Tanjung Padang Panjang. Institut Seni Indonesia

Padangpanjang, 2017. J.Meleong, Lexy, Metodologi Penelitian

Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007.

Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: 1972.

Keraf, Gorys, Eksposisi dan Deskripsi. Jakarta: Nusa Indah, 1981.

Mulyana, Deddy, Komunikasi Antar Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2005.

Silalahi, Ulber, Metodologi Penelitian Sosial,

Bandung: Refika Aditama, 2009.

Silalahi, Ulber, Metode Penelitan Sosial

Bandung: Refika Aditama, 2012.

Tresna Nurhayati Manurung, “ Upacara

Kematian di Tana Toraja : Rambu

Solo”, USU Medan: Kertas Karya,

Triana, Lidya, Tesis “Salawat Pada Upacara

Kematian Di Koto Panjang

Kecamatan Lamposi Tigo Nagori

Kota Payakumbuh (Dalam Kajian

Semiologi)”,2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/lg.v5i1.775

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/lg.v5i1.775.g441

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.