Ilusi Warna Gerhana Dalam Penciptaan Busana Kontemporer

Ni Nengah Zinnia Aribaten, I Wayan Suardana, Nyoman Dewi Pebryani

Abstract


Gerhana merupakan proses tertutupnya bulan atau matahari oleh benda langit yang melintas di depannya. Perubahan warna bulan dan matahari saat terjadinya gerhana ini merupakan ilusi warna. Ilusi warna tidak berbicara tentang kebenaran, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya, intensitas warna, dan warna benda di sekitarnya. Dari hal tersebut, pencipta terinspirasi menciptakan karya busana dengan konsep ilusi warna yang terinspirasi dari gerhana dengan judul Kapangan. Penciptaan ini bertujuan untuk menciptakan karya seni yang memadukan pengetahuan ilmiah dan fashion yang bergaya edgy dramatic dan street dramatic. Penciptaan ini menggunakan metode Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Pada tahap eksplorasi proses penciptaan dimulai dengan membuat mindmap, menentukan kata kunci, dan membuat moodboard. Tahap improvisasi dibagi menjadi dua yaitu improvisasi medium dan improvisasi visual. Improvisasi media merupakan tahap menentukan alat, material, dan teknik. Sedangkan improvisasi visual merupakan tahap eksperimen dan mengembangkan konsep menjadi desain dan gambar kerja. Tahap pembentukan, proses terumit dalam menciptakan karya, pencipta melakukan pewujudan karya yang dilanjutkan dengan konsep hasil karya berupa photoshoot, publikasi, dan fashion show. Kapangan terdiri atas koleksi busana Candra Kapangan sebagai pemvisualisasian gerhana bulan dan Surya Kapangan sebagai pemvisualisasian gerhana matahari. Koleksi Candra Kapangan terdiri atas tiga look busana, yaitu Gerhana Bulan Total, Gerhana Bulan Sebagian, dan Gerhana Bulan Penumbra. Koleksi Surya Kapangan terdiri atas empat look busana, yaitu Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Sebagian, Gerhana Matahari Cincin, dan Gerhana Matahari Hibrida. Penciptaan ini merupakan penggabungan antara pengetahuan ilmiah dan fashion dengan mengadopsi teori warna Bezolt Effect dan Chubb Illusion. Candra Kapangan terdiri dari warna hitam, abu tua, abu muda, dan abu kebiruan. Sedangkan Surya Kapangan terdiri atas warna kuning, biru, dan hitam.Ilusi warna direpresentasikan dengan menggunakan bentuk lingkaran yang menghasilkan perubahan warna berdasarkan intensitasnya. 

Kata Kunci: Gerhana; Bezolt Effect; Chubb Illusion; Fashion Kontemporer


ABSTRACT

An eclipse is the process by which the moon or sun is covered by a celestial body that passes in front of it. The change in the color of the moon and sun at the time of this disaster is an illusion of color. Color illusion does not speak the truth, it is influenced by several factors such as light intensity, color intensity, and the color of the objects around it. From this, the creators were inspired to create fashion works with the concept of color illusion inspired by the title Kapangan. This creation aims to create works of art that combine scientific knowledge and fashion in an edgy dramatic and street dramatic style. This creation uses the Hawkins method, namely exploration, improvisation, and shaping. In the exploration stage, the creation process starts with creating a mindmap, determining keywords, and creating a moodboard. The stages of improvisation are divided into two, namely media improvisation and visual improvisation. Improvised media is the determining stage of tools, materials, and techniques. Meanwhile, visual improvisation is the experimental stage and develops concepts into designs and working drawings. The formation stage, the most complicated process in creating a work, the creator carries out the embodiment of the work followed by the conceptualization of the work in the form of photoshoots, publications and fashion shows. Kapangan consists of the Candra Kapangan fashion collection as a visualization of the cold weather of the moon and Surya Kapangan as a visualization of the sun's weather. The Candra Kapangan collection consists of three fashion looks, namely a total lunar eclipse, a partial lunar eclipse, and a penumbral lunar eclipse. The Surya Kapangan collection consists of four fashion looks, namely Total Solar Eclipse, Partial Solar Eclipse, Ring Solar Eclipse, and Hybrid Solar Eclipse. This creation is a combination of scientific knowledge and the art of Fashion by adopting the Bezolt Effect and Chubb Illusion color theories. Candra Kapangan consists of black, dark gray, light gray, and bluish gray. While Surya Kapangan consists of yellow, blue and black. The illusion of color is represented by using a circle shape which produces a color change based on its intensity.

Keywords: Eclipse; Bezolt Effect; Chubb Illusion; Contemporary Fashion


Keywords


Gerhana; Bezolt Effect; Chubb Illusion; Fashion Kontemporer

Full Text:

PDF

References


Adhitia, T. S., Rozaq, M. A., & Apriyanto, M. (2019). Pin Up Style dalam Fotografi Fashion. Specta Volume 3 Nomor 1, 61-72.

Armaheni, N. N. (2019). Proses Kekaryaan Urip Kang Nguripi. Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta.

Ekosiwi, E. K. (2009). Ilusi Dalam Seni. Jurnal.

Fiyanto, A. (2018). Cita-cita Hidup Bahagia Sebagai Tema Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis. Jurnal Imajinasi Vol XII no 1, 37-46.

Isnanta, S. D. (2020). Metode Penciptaan Seni (Sistematika Penulisan Ilmiah). Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta.

Jailani, I. A. (2018). Kontribusi Ilmuwan Muslim Dalam Perkembangan Sains Modern . Theologia, 165-188.

Pranita, E. (2021, Oktober 26). Parapuan. Retrieved from Kompas: https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/26/200500323/kenapa-matahari-berwarna-kuning-dan-langit-berwarna-biru-saat-siang-hari-?page=all

Purwagani, M. (2014). Perancangan Fotografi Fashion Kontemporer Dengan Tema Tokoh-Tokoh Dalam Cerita Rakyat Indonesia .

Qowy, S. A. (2020). Penciptaan Ilusi Optik dalam Karya Kriya. Jurnal Karya Seni.

Rokhaniyah. (2019). Alat Pratikum Fisika Untuk Menentukan Panjang Gelombang dan Frekuensi Spektrum Matahari. Orbith, 47-55.

Said, A. A. (2006). Dasar Desain Dwimatra. Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Sunarto, B. (2013). Metodelogi Penciptaan Seni. Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta.

Susanti, D. (2011). Pusat Fashion Kontemporer di Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.

Suwarna, I. P. (2010). Optik. Bogor: CV. Duta Grafika.

Witabora, J. (2012). Ilusi Optis dalam Dunia Seni dan Desain. Humaniora Vol.3 No.2, 645-658.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v6i2.3812

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v6i2.3812.g1477

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MAPJ Indexed By:


Melayu Arts and Performance Journal

E-ISSN: 2656-3509| P-ISSN:2656-0232 | DOI: 10.26887/mapj 
Website: http://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/MAPJ/index
Email: editor.mapj@gmail.com  | redaksimapj@isi-padangpanjang.ac.id
Editor in Chief: Dr. Dede Pramayoza | Managing Editor: Saaduddin, M.Sn
Publisher: Program Pasca Sarjana ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan Padangpanjang 27128
Phone: (0752) 82077, Fax: (0752) 82803

Creative Commons License

Melayu Arts and Performance Journal (MAPJ) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License