STRATEGI PENGEMBANGAN SURABAYA ART EVENT (SAE)

Heri Wijayanto

Abstract


ABSTRACT

 

This article aims at analyzing the internal and external factors of Surabaya Art Event (SAE) as an effort in making the strategy of organizational development. The existence of many Event Organizers (EO) results in a more competitive competition. Hence it’s needed the understanding of the internal and external factors. Three internal members of SAE became interviewees interviewed to determine the rank of every indicator. Its result shows that SAE developed the Hold and Maintain strategy. The general strategy used is market penetration and product development. It’s needed the selection of strategy namely the use of every strength to face every threat by creating diversification in order to create opportunity.

 

Keywords: strategy, development, surabaya art event

 

 

ABSTRAK

 

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal SAE sebagai upaya dalam rangka membuat strategi dalam pengembangan organisasi. Banyaknya EO berdampak pada persaingan yang lebih kompetitif. Hal ini menyebabkan perlunya pemahaman terhadap faktor internal dan eksternal. Tiga orang anggota internal SAE dijadikan sebagai narasumber diwawancarai untuk menentukan peringkat setiap indikator. Hasilnya menunjukan bahwa SAE mengembangkan strategi Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara). Strategi umum yang dipakai adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Diperlukan pemilihan strategi yang berupa penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

Keywords


strategi, pengembangan, surabaya art event

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ardiyasa, I Putu. (2015). “Pengelolaan Sanggar Seni Anacaraka dalam Mewadahi Bakat Anak-anak Di Pegunungan Kintamani Bali. Jur-nal Tata Kelola Seni Vol.1, No. 2 hlm 31-45.

Cresswel, Jhon W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset (edisi bahasa Indonesia). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

David, Fred R. (2010). Srategic Mana-gement: concept. Pearson Pren-tice Hall: Pearson Education.

Harwanto, Setyo. (2015). Peningkatan Potensi dan Pegembangan Atrak-si Wisata Budaya Batik, di Desa Jarum. Jurnal Tata Kelola Seni. Vol. 1 No. 1 hlm 1.

Juwita, Ida Ayu Eva Ratna. (2015). Stra-tegi Pemasaran Museum Wayang Kekayon Yogyakarta Dalam Me-ningkatkan Jumlah Pengunjung. Jurnal Tata Kelola Seni. Vol. 1No. 1 hlm 49.

Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. (2009). Manajemen Pemasaran (edisi 3). Jakarta: Erlangga.

Smiers, Joost. (2009). Art Under Pres-sure: Memperjuangkan Keane-ra-gaman Budaya di Era Globalisasi. Yogyakarta: Insist.

Soedarso.(2006). Trilogi Seni: Pencipta-an Eksistensi dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.