PITUNGGUA SEBAGAI KONSEP GERAK TRADISI DALAM TARI BUAI-BUAI DI PERGURUAN SINGO BARANTAI LUBUAK LINTAH PADANG

Rosi Afriyani

Abstract


ABSTRACT

Buai-Buai dance originates from Pesisir Selatan in Singo Barantai community, Lubuak Lintah, Padang. Buai-Buai dance is danced with a number of knockers of 2 (two), 4 (four) and so on. This dance is a procession of farmers planting events while adjusting children. This dance is performed at the batagak penghulu, urak balabek, and wedding events in the Pauh Sembilan society. Buai-Buai dance originates from the phenomenon of the story of farmers growing crops. The purpose of this research is to find out in depth about the structure and aesthetics of the Buai-Buai in Singo Barantai College, Lubuak Lintah, Padang. The method used in this study is a qualitative method, and the theory used to dissect the Buai-Buai dance phenomenon is the Djelantik aesthetic theory. in the Buai-Buai dance movement, it contains structures and aesthetics associated with the procession or events of farmers farming in the Pauah Sembilan society.

 

Keywords: Buai-Buai Dance, Batagak Penghulu, Aesthetics and Lubuk Lintah.

 

 

ABSTRAK

Tari Buai-Buai berasal dari Daerah Pesisir Selatan yang berada di Perguruan Singo Barantai Kecamatan Lubuak Lintah, Padang. Tari Buai-Buai ditarikan dengan jumlah penaru 2 (dua), 4 (empat) dan seterusnya. Tari ini merupakan prosesi peristiwa petani bercocok tanam sambil membuaikan anak. tari ini dilakukan pada acara batagak penghulu, urak balabek, hingga acara pernikahan di masyarakat Pauh Sembilan. Tari Buai-Buai berasal dari fenomena kisah petani bercocok tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang struktur dan estetika tari Buai-Buai di Perguruan Singo Barantai, Lubuak Lintah, Padang. adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan teori yang digunakan untuk membedah fenomena tari Buai-Buai adalah teori estetika Djelantik. dalam gerak tari Buai-Buai, mengandung struktur dan estetika yang terkait dengan prosesi atau peristiwa petani bercocok tanam di masyarakat Pauah Sembilan.

 

Kata Kunci: Tari Buai-Buai, Batagak Penghulu, Estetika dan Lubuk Lintah.


Keywords


Tari Buai-Buai, Batagak Penghulu, Estetika dan Lubuk Lintah

Full Text:

PDF

References


Daftar Kepustakaan

Astuti, Fuji. 1998. “Tari Buai-Buai Pada Masyarakat Desa Pauah Suatu Tinjauan Historis dan Struktural”. Padang: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Padang.

Agung Istri Agung Citrawati, Anak. 2015. “Estetika Tari Piring Lampu Togok Di Desa Gurun Bagan Kelurahan VI Suku Solok Sumatera Barat”. Tesis. Padang Panjang: ISI Padang Panjang.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Djelantik. A.A.M. 1999. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Media Abadi.

Furchan, Arief. 1992. Pengantar Metoda Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Finoza,Welia. 2014. “Estetika Tari Putri Tujuh Di kota Dumai Provinsi Riau”. Padang Panjang: Tesis. ISI Padang Panjang.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2012. Koreografi Bentuk- Teknik. Yogyakarta: Cipta Media

Indrayuda. 2000. Eksistensi Tari Minangkabau. Padang: UNP Press.

Krisniawati,Neni. 2016. “Estetika Tari Lilin Bepinggan Pada Masyarakat Kayu agung Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan”. Tesis. Padang Panjang : ISI Padang Panjang.

Kartika, Dharsono Sony. 2007. Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Miles, Mathhew dan Huberman, Michael.2014. Analisa Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rahayu, Gusti. 2017. “Estetika Tari Somba Siriah Di Lubuk Jambi Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau”. Tesis. Padang Panjang: ISI Padang Panjang.

Sachari, Agus. 2002. Estetika. Bandung: ITB

Smith, Jacqueline. 2002. Komposisi Tari Petunjuk Praktis Bagi Guru. Jakarta: Balai Pustaka.

Soedarsono, RM. 1997. Tari-Tarian Indonesia I. Jakarta: Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

SP, Soedarso, 1998-2001. Kreatifitas Seni Pertunjukan Indonesia. Seminar Internasional Seni Pertunjukan Indonesia 24-25 Juli 2001. Surakarta: STSI Surakarta.

Strauss, Levi. 2006. Strukturalisme dan Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sumardjo, Jakob. 1999. Filsafat Seni. Bandung: ITB

Sukmadinata, Nana Syoadih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandng: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2014. Metode penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Susanti, Meri. 2015. “Konsep Main Bungo Dalam Pertunjukan Galombang Duo Baleh Di Nagari Pitalah Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat”.Tesis. Padang Panjang: ISI Padang Panjang.

DAFTAR INFORMAN

Nama : Dr. Fuji Astuti., M.Hum (Informan)

Umur : 55 th

Pekerjaan : Dosen UNP Padang

Nama : Irwandi, M.Sn (Seniman/Pelatih silat danPelatih

Tari Buai-Buai di Perguruan Singo Barantai Lubuk Lintah Padang)

Umur : 35 th

Pekerjaan : Dosen Unand Padang

Nama : Mirmaneli (Masyarakat)

Umur : 47 th

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Nama : Afrijhon (Pemusik dan Penari)

Umur : 45th

Pekerjaan : Seniman

Nama : Meli MS (Penari dan Pesilat)

Umur : 21 th

Pekerjaan : Seniman/ Penari


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Editorial Office

Melayu Arts and Performance Journal
Postgraduate Program, Indonesia Institute of The Arts of Padangpanjang
Jalan Bahder Johan Padangpanjang 27128
Phone : (0752) 82077 Fax : (0752) 82803
Email : mapj-office@gmail.com

 

 

Nomor ISSN Media Cetak : 2656-0232

Nomor ISSN Media Online : 2656-3509

Indexing by: Google Scholar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

 

Visitor Statistic