Makna Simbolik Dan Fungsi Sosial Tradisi Baragak Pada Prosesi Kelahiran Bayi Kembar Sumbang Di Nagari Limau Lunggo

Suci Rahmadhani, Rini Sawitri, Wahyu Rani, Putra Ananta, Nisbatun Nisak

Abstract


Penelitian ini mengkaji makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Baragak pada prosesi kelahiran bayi kembar sumbang di Nagari Limau Lunggo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tradisi Baragak merupakan salah satu bentuk ritual adat Minangkabau yang memadukan praktik simbolik, relasi kekerabatan, dan kepercayaan spiritual sebagai mekanisme perlindungan serta penguatan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui perspektif teori struktural fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan prosesi Baragak—seperti Tabang Biriang, Bapanggia, dan arak-arakan induak bako—mengandung simbol keberkahan, penolak bala, dan afirmasi hubungan sosial antara induak bako, anak pisang, serta masyarakat nagari. Secara fungsional, tradisi ini berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, mempererat ikatan kekerabatan, dan meneguhkan nilai kebersamaan dalam masyarakat Minangkabau. Namun demikian, keberlanjutan tradisi Baragak menghadapi tantangan berupa minimnya dokumentasi tertulis dan menurunnya keterlibatan generasi muda akibat pengaruh modernisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pendokumentasian dan revitalisasi tradisi Baragak sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Minangkabau.


Keywords


Tradisi Baragak; makna simbolik; fungsi sosial; Minangkabau; Nagari Limau Lunggo.

Full Text:

PDF

References


Amelia, R., & Amri, E. (2025). Batalam Ampek: Simbol Hubungan Induak Bako dan Anak Pisang dalam Upacara Perkawinan. Culture & Society: Journal Of Anthropological Research, 7(1), 37–47. https://doi.org/10.24036/csjar.v7i1.167

Difa Melani, & Mutia Kahanna. (2025). TRADISI BAARAK BAKO PADA ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT DI KELURAHAN SIMPANG RUMBiO KECAMATAN LUBUK SIKARAH KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT. EZRA SCIENCE BULLETIN, 3(1), 320–338. https://doi.org/10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.236

Januar, J. (2017). ANALISIS NILAI-NILAI TRADISI TURUN MANDI DALAM MASYARAKAT MINANGKABAU DI KANAGARIAN SELAYO KAB. SOLOK. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 1(2), 187. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v1i2.49

Kariadi, D., & Suprapto, W. (2018). TRADISI MEMAOS SEBAGAI MEDIA EDUKATIF UNTUK MEMBANGUN JIWA RELIGIUS GENERASI MUDA. Edudeena : Journal of Islamic Religious Education, 2(1), 97–111. https://doi.org/10.30762/ed.v2i1.560

Nurdin, B. V., & Jesica, E. F. (2018). RITUAL NGEBUYU: MEMBUMIKAN PEWARIS DAN PERUBAHAN RITUAL KELAHIRAN PADA MARGA LEGUN, WAY URANG, LAMPUNG. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 20(2), 69–80. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v20i2.8

Putri, A. M., Sarweni, A. N., Afridani, T., Fadilla Saputri, & Delmira Syafrini. (2025). Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh Solok Selatan. Social Empirical, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.24036/scemp.v2i1.100

Resviya, R., & Suprapti, W. (2025). ANALISIS SEMIOTIKA PROSESI MANDUI BAPAPAI DALAM BUDAYA SUKU DAYAK BAKUMPAI DI DESA BATAMPANG KECAMATAN DUSUN HILIR KABUPATEN BARITO SELATAN. JURNAL SOCIOPOLITICO, 7(1), 14–26. https://doi.org/10.54683/sociopolitico.v7i1.168

Rozalinda, Y., S, N., Putra, I., & Dewi, S. F. (2023). Makna tradisi Bakatauan dalam upacara perkawinan. Journal of Education, Cultural and Politics, 3(2), 365–375. https://doi.org/10.24036/jecco.v3i2.209

Salma, S., & Burhanuddin, B. (2018). Kajian ‘Urf pada Tradisi Rompak Paga Di Luhak Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 12(2), 315. https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v12i2.1458

Sandora, L. (2021). NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM TRADISI BATAGAK PANGULU DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA. Khazanah, 11(1). https://doi.org/10.15548/khazanah.v11i1.519

Sari, M. P., Elfemi, N., & Wahyuni, Y. S. (2023). Makna Tradisi Baparang Bagi Masyarakat dalam Kelahiran Anak Kembar Sepasang Laki-Laki Perempuan di Nagari Padang Panjang Dua Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health, 1(1), 114–118. https://doi.org/10.57235/jetish.v1i1.75

Satria, & Fajarini, S. D. (2025). Tradisi Kayah Baarak sebagai Media Komunikasi Budaya: Kajian Etnografi Komunikasi di Desa Tunggang, Bengkulu. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(3), 1115–1120. https://doi.org/10.60126/maras.v3i3.1206

Susanti, D., & Wenhendri, W. (2019). MELESTARIKAN SENI TRADISI MELALUI PEMBINAAN RANDAI DI NAGARI SUNGAI LANDIA. Batoboh, 4(2), 81. https://doi.org/10.26887/bt.v4i2.900

Zidni, Z. (2017). RETRACTED NOTICE: Upacara Adat Kelahiran Sebagai Nilai Sosial Budaya Pada Masyarakat Suku Sasak Desa Pengadangan. Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, 3(1), 52–63. https://doi.org/10.29408/didika.v3i1.661




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ethnography.v4i1.5004

Ethnography : Journal of Cultural Anthropology

E-ISSN 3031-1616 | DOI: 10.26887/ekspresi 
Website: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ethno/index
Email: ethnography@isi-padangpanjang.ac.id | Support Contact Email: thegar.risky@gmail.com
Editor in Chief: Endrizal, S.Fil.I., M. A. | Managing Editor: Septriani, S.S., M.A.Thegar Risky.S.Kom | Elfira Roza, S.Kom
Publisher: Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat  (LPPM) ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Indonesia 27128 | Phone: (0752) 82077 | Fax: (0752) 82803

 



Ethnography : Journal of Cultural Anthropology© 2021 by LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang is licensed under Attribution-NonCommercial 4.0 International