ARTI NILAI DALAM SENI

Hamdan Akromullah

Abstract


Nilai merupakan suatu topik yang tidak habis-habisnya dan selalu relevan untuk diperbincangkan. Begitu juga halnya kaitan nilai dengan seni. Dilihat dalam perjalanan sejarah filsafat, sudah banyak sumbangan pemikiran para filsuf yang berkaitan dengan nilai, dan ini juga menandakan bahwa nilai adalah topik yang tidak pernah-pernah habisnya untuk diperbincangkan.

Adanya jurang pemisah antara subjek di satu sisi dengan objek di sisi yang lain merupakan titik awal bagi munculnya perdebatan yang berkaitan dengan nilai. Subjektivisme sebagai aliran yang mewakili subjek sebagai titik tolak dalam nilai, menegaskan bahwa nilai-nilai, seperti kebaikan, kebenaran, keindahan, tidak ada dalam real objektif, melainkan merupakan perasaan-perasaan, sikap-sikap pribadi, dan merupakan penafsiran atas kenyataan. Di lain pihak objektivisme, sebagai aliran yang mendukung objek sebagai titik tolak dalam nilai, menegaskan bahwa nilai-nilai, kebaikan, kebenaran, keindahan, ada dalam dunia nyata dan dapat ditemukan sebagai entitas-entitas, kualitaskualitas, atau hubungan nyata dalam bentuk yang sama sebagaimana dapat ditemukan objek-objek, kualitas-kualitas, atau hubunganhubungan. Selanjutnya pendukung teori objektivisme juga menegaskan bahwa nilai-nilai adalah objektif dalam arti bahwa nilai-nilai itu dapat didukung oleh argumentasi cermat dan rasional konsisten sebagai yang terbaik dalam situasi itu.


Keywords


Nilai; Aksiologi; Subjektivisme; Objektivisme;

Full Text:

Lihat PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Nomor ISSN:1907-4859 (media cetak)