AKULTURASI MINANGKABAU, JAWA, DAN MANDAILING DALAM KESENIAN RONGGIANG PASAMANDI KABUPATEN PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT

Rico Gusmanto

Abstract


Ronggiang Pasaman yang terdapat di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat telah menjadi seni tradisi yang dikembangkan secara turun-temurun oleh masyarakatnya. Sebagai suatu seni yang berkembang di tengah masyarakat, Ronggiang Pasaman mencerminkan identitas budaya masyarakat multietnis Kabupaten Pasaman Barat,yang terdiri dari etnis Minangkabau, Jawa, dan Batak/Mandailing. Hal ini berbeda dengan beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kesenian Ronggiang Pasaman bukan milik masyarakat Jawa dan Mandailing, namun mereka menganggap bahwa kesenian Ronggiang Pasaman merupakan seni tradisi milik masyarakatetnis Minangkabau. Hal ini menyebabkan terjadinya kerancuan atas kepemilikan kesenian Ronggiang Pasaman sebagai identitas budaya Kabupaten Pasaman Barat.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesenian Ronggiang Pasaman yang ditinjau dari akulturasi budaya tiga etnis serta untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam kesenian Ronggiang Pasamanyang dihasilkan dari proses akulturasi budaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, toleransi dan keharmonisan antar etnis merupakan nilai-nilai penting yang terdapat dalam kesenian Ronggiang Pasaman sebagai representasi masyarakat Kabupaten Pasaman Barat.

Ronggiang Pasamanthat located in West Pasaman Regency West Sumatera Province has become a traditional art that developed by its society and passed down to another generation. As an art that develops in its society, Ronggiang Pasaman reflects the cultural identity of multiethnic society in West Pasaman Regency, which is Minangkabau ethnic, Java ethnic, and Batak/Mandailing ethnic. This case is different from some opinions stating that Ronggiang Pasaman does not belong to Java and Mandailing society, they assume that Ronggiang Pasaman is a traditional art that belong to Minangkabau society. Its resulted a confusion over arts ownership of Ronggiang Pasaman as the cultural identity of West Pasaman regency. This paper aims is to tell how is Ronggiang Pasaman viewed from the acculturation of three ethnics culture and to know about the cultural value of Ronggiang Pasaman that produced from cultural accultuartion procces. Based on the result of the research that have been done, tolerance and interethnic harmony is an important value that contain in Ronggiang Pasamanas a representative of West Pasaman Regency


Keywords


Ronggiang Pasaman, Akulturasi, Toleransi dan Keharmonisan antar etnis, Acculturation, Tolerance and inter ethnic Harmony.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Nomor ISSN:1907-4859 (media cetak)