ESTETIKA TARI PIRING LAMPU TOGOK DI DESA GURUN BAGAN KELURAHAN VI SUKU SOLOK SUMATERA BARAT

Anak Agung Istri Agung Citrawati

Abstract


Tari Piring Lampu Togok merupakan tarian yang terdapat di desa Gurun Bagan Kelurahan VI Suku Solok. Tari Piring Lampu Togok ini ditarikan oleh laki-laki maupun perempuan berjumlah genap 2 sampai 10 orang dengan cara berpasangan memakai properti piring yang diujung jari tengahnya dipasang cincin yang terbuat dari dama atau buah kemiri dan lampu togok yang masih menyala diletakkan di atas kepala dengan membawakan gerak-gerak tari yang bersumber dari manusia, alam, dan binatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk, estetika tari Piring Lampu Togok di desa Gurun Bagan Kelurahan VI Suku Solok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Teori yang digunakan sebagai kerangka dasar dalam berpikir untuk mengkaji fenomena ini antara lain teori bentuk dari Jacqualine Smith dan teori estetika dari A.A.M. Djelantik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bentuk, estetika yang terdapat dalam tari Piring Lampu Togok. Nilai estetika tari Piring Lampu Togok tercermin pada unsur-unsur yang membentuk tari Piring Lampu Togok, yaitu adanya gerak, penari, properti, pola lantai, rias busana, musik, dan tempat pertunjukan

 

Togok lamp plate is a dance from Gurun bagan village VI suku Solok. Togok lamp plate dance is danced by both men or women with the even number, from 2 to 10 people in pairs using the property like a plate and on the middle finger is placed a kind of ring that made from dama or pecan fruit with lights that are still lit up on their head by bringing dance movements that come from humans, nature, and animals. The purpose of this research is to known about the shape, aesthetics of togok lamp plate dance in Gurun bagan village VI suku Solok. This research is a qualitative research with descriptive analysis method. The theories that used as the basic framework in thinking to examine these phenomena are the form theory of Jacqualine Smith and the aesthetic theory of A.A.M. Djelantik. The results of this study is to reveal the form of aesthetics that contained in togok plate dance. The aesthetic value of togok lamp plate dance is reflected in elements that formed the dance, which is the existence of motion, dancers, properties, floor patterns, dressing, music, and the venue


Keywords


Plate dance, togok lamp, form, aesthetics, Tari Piring, Lampu Togok, bentuk, estetika

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Nomor ISSN:1907-4859 (media cetak)