DOMINASI INSTRUMEN DJEMBE PADA MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU

RAYHAN REDHA FEBRIAN

Abstract


Djembe merupakan instrumen perkusi yang berasal dari Kerajaan Mali, Afrika. Djembe menjadi satu di antara sekian banyak alat musik perkusi ritmik yang 'populer' di masa kini. Satu yang unik dari djembe adalah pola ritme-nya yang konstan, tabuhannya yang tajam, melengking, dan enerjik. Instrumen ini menjadi yang paling 'populer' dalam proses kekaryaan masa kini, baik itu karya tari, musik, dan teater. Akan tetapi popularitas djembe saat ini sudah mulai menutupi peranan instrumen tradisional Minangkabau, baik itu dalam penggarapan komposisi musik, musik tari, dan berbagai kesenian tradisional Minangkabau lainnya. Bahkan para pelaku seni lebih memilih untuk menggunakan djembe sebagai instrumen perkusi utama dalam setiap kegiatan bermusiknya.

 

Djembe is a percussion instrument from the Kingdom of Mali, Africa. Djembe is one of the most popular rhythmic percussion instruments of today. The unique one of djembe is his constant rhythmic pattern, his sharp sound, shrill, and energetic.One of the foreign culture that enters Indonesia in music is djembe. This instrument became the most 'popular' in art work process, like dance, music, and theater. However, the popularity of djembe has begun to cover the role of traditional instruments from Minangkabau culture, both in the cultivation of musical composition, dance's music, and various other traditional Minangkabau art. Even the artists prefer to using djembe as the main percussion instrument in every musical activity.


Keywords


Budaya, Djembe, Dominasi, Musik, Minangkabau, Culture, Djembe, Domination, Music, Minangkabau.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Nomor ISSN:1907-4859 (media cetak)