EKSPRESI RUANG BALAIRUNG SARI

Popi Trisna Putri

Abstract


Ide garapan ini berangkat dari fenomena Balairung Sari  dilihat berdasarkan fungsinya. Zaman dahulu Balairung Sari merupakan tempat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang ada di Minangkabau, dan berfungsi sebagai tempat musyawarah dalam membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan adat di Minangkabau. Seiring perkembangan zaman pada saat sekarang Balairung Sari tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya, jangankan untuk mengadakan musyawarah bahkan sebagaian masyarakatpun ada yang tidak mengetahui keberadaanya sama sekali. Penggarapan karya ini akan merekonstruksi kembali peristiwa aktifitas masyarakat dalam musyawarah yang dulu selalu dilaksanakan di Balairung Sari, guna untuk mengingatkan kembali kepada  masyarakat tentang fungsi Balairung Sari sesungguhnya.

 

The idea of this work are from Balariung Sari phenomenon seen from the based of its function. In the past Balairung Sari is a place that highly upholds the values of adat that exist in Minangkabau, and serves as a place of deliberation in discussing about various matters relating to customs in Minangkabau. Along with its development, at present time Balairung Sari are no longer functioned properly as it was, even some of the society does not even know its existence at all. The cultivation of this work will reconstruct the events of society activity in deliberations that always held in Balairung Sari, in order to remind the community about the function of Balairung Sari.


Keywords


Balairung Sari, Fungsi, Rekonstruksi, Function, Reconstruction

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Nomor ISSN:1907-4859 (media cetak)