Salawat Pada Upacara Kematian Di Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Payakumbuah Kajian Semiologi
Abstract
Penelitian Salawat pada Upacara Kematian di Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori Kota Payakumbuh (dalam Kajian Semiologi) merupakan kaiian tentang simbol seni budaya yang terkadung dalam upacara tersebut, yang berkaitan dengan seni Islami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna melalui simbol yang ada pada upacara tersebut. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif analisis. Salawat berarti pujian yang diserukan demi mendapat syafaat dari Nabi dan keberkahan dari Allah. Salawat pada masyarakat Koto Panjang dilaksanakan pada saat upacara kematian dan bagi masyarakat Koto Panjang Salawat diyakini dapat memberikan kebaikan dan syafaat bagi arwah yang telah meninggal dan juga untuk keluarga yang ditinggalkan. Data diperoleh dari berbagai sumber, baik dari observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian. Analisis data dalam kajian ini menggunakan teori Semiotika .Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada makna yang terkandung melalui simbol dalam salawat tersebut. Simbol yang memiliki makna itu dapat terlihat melalui struktur penyaiian, waktu, pembaca Salawat musik dalam Salawat sajian makanan, busana, penonton. Secara simbol kegiatan Salawat menjadi sebuah penanda bagi masyarakat Koto Paniang dalam hal kematian" selain itu juga simbol kecintaan umat manusia terhadap Allah dan Nabi Muhammad SAW, serta sebagai simbol kecintaan antara sesama manusia Kegiatan Salawat iuga menandakan bahwa masyarakat Koto Panjang merupakan pemeluk agama Islam yang patuh dan taat pada Allah, sekaligus sebagai simbol dalam menjaga adat yang bersandikan Syarak Syarak Basandi Kitabullah
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdul Hadi, W. M. (2023). Tasawuf yang tertindas: Kajian estetika dan spiritualitas Islam. Pustaka
Firdaus.
Bahar, Mahdi. 2009.Islam Sebagai Landasan ldeal Kebudayoan Minangkabau.Malang: Malak.
Berger, Arthur Asa. 2010. Pengantar Semiotika. Yogyakarta:Tiara Wacana
Chandler, D. (2023). Semiotics: The basics (4th ed.). Routledge.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five
approaches (4th ed.). Sage.
Danesi, M. (2023). Messages, signs, and meanings: A basic textbook in semiotics and communication (4th
ed.). Canadian Scholars.
Dillistone, W.2002. The Power Of Symbols, (Penerjemah A.WidyamartayaJ.Yograkarta: Kanisius.
El Rais, H. (2023). Kamus ilmiah populer. Pustaka Pelajar.
Endraswara, S. (2021). Metodologi penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press
Firdaus. (2007). Tradisi Salawat dalam masyarakat Minangkabau. Pusat Pengkajian Islam dan Budaya Minangkabau.
Hadi, Y. S. (2021). Seni pertunjukan sebagai sistem simbol budaya. Jurnal Seni Pertunjukan
Indonesia, 15(2), 145–158.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook
(4th ed.). Sage.
Piliang, Y. A. (2020). Semiotika dan hipersemiotika: Kode, gaya, dan matinya makna. Cantrik Pustaka.
Poerwadarminta, W. J. S. (1976). Kamus umum bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Pramayoza, D. (2023). Pertunjukan ritual sebagai teks simbolik dalam kajian seni budaya. Jurnal
Panggung, 33(1)
Rahman, F. (2024). Busana Muslim sebagai simbol identitas dan kesopanan dalam praktik
keagamaan kontemporer. Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 12(1)
Saifullah, & Yulika, F. (2024). Seni suara dalam perspektif Islam: Kajian nilai estetika dan
spiritualitas. Jurnal Seni dan Keagamaan, 8(1)
Sedyawati, E. (2022). Makna simbolik seni pertunjukan dalam konteks ritual dan religi. Resital:
Jurnal Seni Pertunjukan, 23(2)
Storey, J. (2023). Cultural theory and popular culture: An introduction (9th ed.). Routledge.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Usman. (2002). Ensiklopedi Islam. Ichtiar Baru Van Hoeve.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v6i1.30911
Visitors



