Bentuk Penyajian dan Fungsi Musik Kompangan dalam Upacara Cukuran Anak di Desa Tenam Batanghari Jambi

Abdul Rokhan, Asril Asril, Muhammad Zulfahmi

Abstract


Penelitian ini mengkaji tentang bentuk dan fungsi kompangan dalam upacara cukuran anak di Desa Tenam Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi. Kompangan merupakan musik tradisi bernuansa Islam yang berkembang di Desa Tenam Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Bentuk musik kompangan terdiri dari vokal dan instrumen berupa rebana yang disebut kompang, berupa alat musik pukul dari jenis membranofon yang dimainkan oleh sepuluh sampai lima belas orang pemusik. Kompangan oleh masyarakat Desa Tenam digunakan untuk cukuran anak, arak-arakan pengantin, tahun baru Islam, penyambutan tamu penting dan sebagainya. Kompangan dalam cukuran anak merupakan proses pemotongan rambut bayi yang berusia 3 sampai 7 bulan dengan iringan tabuhan kompang, pertunjukan dilakukan dengan berdiam di tempat mengiringi pemotongan rambut bayi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data secara observasi, dokumentasi, dan wawancara di lokasi kesenian kompangan untuk mendapatkan informasi. Hasil penelitian menunjukkan ada sepuluh fungsi yang terkait pada musik kompangan dalam upacara cukuran anak di Desa Tenam Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi.

 


Keywords


Bentuk; Fungsi; Kompangan; Cukuran anak

Full Text:

PDF

References


Alwi, H. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Bahar, M. (2009). Islam dan Kebudayaan Seni Minangkabau. Malang: Malak.

Djelantik, A.A.M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Fajriah, R. (2020). Fungsi Kesenian Kompangan dalam Pesta Perkawinan Masyarakat Kampung Baru Kelurahan Bajubang Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Jurnal Sendratasik, 9(3), 28–36.

Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Chicago: Northwestern University Press.

Murgiyanto. (1993). Seni Pertunjukan Indonesia. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Ruseli, Y. (2014). Kebertahanan Pertunjukan Kompang pada Masyarakat Bengkalis di Kecamatan Bengkalis Provinsi Riau (Tesis). Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

Soedarsono. (2001). Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Soedarsono, R.M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yeni, R., & Rosta, M. (2017). Fenomena Musik Kompang Kecamatan Bengkalis di Era Globalisasi. Ber-cadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 1, 1–25.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v6i1.30918

Visitors

Flag Counter