Estetika Musikal Tari Adok di Nagari Paninggahan
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji unsur musikal dalam Tari Adok di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, melalui perspektif estetika dan etnomusikologi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya regenerasi pelaku seni tradisional serta masih terbatasnya kajian akademik yang secara khusus membahas hubungan antara struktur musikal, teknik vokal Ayuak, dan fungsi budaya dalam Tari Adok. Fokus penelitian diarahkan pada karakter musikal dendang buai-buai, teknik vokal Ayuak, struktur ritme, hubungan musik dan gerak tari, serta fungsi sosial budaya unsur musikal dalam pertunjukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan etnomusikologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi audio visual, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur musikal Tari Adok memiliki karakteristik khas berupa penggunaan melodi minor, tempo fleksibel, pola ritme repetitif, dan teknik vokal Ayuak yang menghasilkan nuansa emosional, lirih, dan melankolis. Instrumen musikal seperti gandang adok, talempong, saluang, dan gong berfungsi sebagai pengatur dinamika gerak, pembentuk suasana dramatik, serta penguat struktur artistik pertunjukan. Dalam perspektif etnomusikologi, unsur musikal Tari Adok merepresentasikan identitas budaya masyarakat Paninggahan sekaligus menjadi media transmisi nilai budaya dan ekspresi kolektif masyarakat Minangkabau. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnomusikologi serta mendukung upaya pelestarian seni pertunjukan tradisional Minangkabau.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ardipal. (2021). Revitalisasi musik tradisional Minangkabau dalam perspektif pelestarian budaya. Jurnal Resital, 22(2), 115–128.
Becker, J. (1986). Is Western art music superior? The Musical Quarterly, 72(3), 341–359. https://doi.org/10.1093/mq/LXXII.3.341
Blacking, J. (1973). How musical is man? University of Washington Press.
Dewey, J. (1934). Art as experience. Perigee Books.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Harnish, D., & Rasmussen, A. (Eds.). (2011). Divine inspirations: Music and Islam in Indonesia. Oxford University Press.
Hood, M. (1982). The ethnomusicologist. McGraw-Hill.
Humphrey, D. (1959). The art of making dances. Grove Press.
Kartomi, M. J. (1990). On concepts and classifications of musical instruments. University of Chicago Press.
Laban, R. (1971). The mastery of movement. Plays Inc.
Langer, S. K. (1953). Feeling and form. Charles Scribner’s Sons.
Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music. Northwestern University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nettl, B. (2005). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues and concepts. University of Illinois Press.
Prasetya, H. (2022). Estetika musik tradisional dalam pertunjukan tari Nusantara. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 17(1), 45–59.
Putra, R. (2024). Musik tradisional dan representasi budaya lokal di Sumatera Barat. Jurnal Kajian Seni, 11(2), 89–104.
Putri, I. N. (2026). Buaian Adok: Garapan musik tradisi Minangkabau [Skripsi, Institut Seni Indonesia Padangpanjang].
Royce, A. P. (1977). The anthropology of dance. Indiana University Press.
Schechner, R. (2002). Performance studies: An introduction. Routledge.
Soedarsono. (1999). Metodologi penelitian seni pertunjukan dan seni rupa. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.
Sumarsam. (2022). Oral tradition and musical transmission in Indonesian performing arts. Ethnomusicology Forum, 31(1), 54–71.
Suryadi. (2020). Oral tradition and musical heritage in Minangkabau culture. Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia, 21(3), 412–430. https://doi.org/10.17510/wacana.v21i3.947
Tan, S. B. (2020). Musical identity and cultural performance in Southeast Asian traditional arts. Asian Music, 51(2), 88–105.
Weintraub, A. N. (2021). Music and cultural identity in Indonesian performing arts. Indonesia and the Malay World, 49(145), 233–249.
Yuliza, F. (2023). Fungsi musik tradisional dalam pembentukan identitas budaya Minangkabau. Jurnal Etnomusikologi Indonesia, 8(1), 77–91.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v6i1.30940
Visitors



