Histeria dalam Bailau: Analisis Lacanian–Žižekian dan Implikasinya bagi Penciptaan Musik Kontemporer

Nurkholis Kholis, Putri Simponika Putri

Abstract


Artikel ini menelaah dimensi sonik, performatif, dan psikoanalitis dari Bailau, tradisi ratapan Minangkabau, dengan menggabungkan analisis musikologis teknis, wacana histeria Lacan, dan teori fantasy Žižek. Analisis spektral, pelacakan pitch, dan pemetaan interval menunjukkan bahwa Bailau dicirikan oleh kombinasi struktur hemitonik dan anhemitonik, fluktuasi mikrotonal dan quarter-semitone, glissando lebar, formant yang tidak stabil (F1 550–900 Hz; F2 2000–2300 Hz), timbre padat, dan noise 3–5 kHz. Penanda akustik ini menampilkan vokalitas di antara ujaran dan ekses afektif, sejalan dengan gagasan Lacanian tentang Real yang menembus simbolik. Repetisi nada rendah berfungsi sebagai jangkar musikal sekaligus representasi kembalinya subjek pada lack, sedangkan lompatan tinggi mengekspresikan desire. Perspektif Žižek menegaskan peran Bailau sebagai mekanisme kultural untuk menata trauma kolektif terkait migrasi dan kehilangan. Karakter mikrotonal, spektral, dan afektifnya juga menawarkan potensi besar untuk komposisi elektroakustik, teknik vokal eksperimental, dan dramaturgi berbasis bunyi, menegaskan Bailau sebagai medan psikoakustik yang memadukan suara, afek, tubuh, dan simbolik.

Kata Kunci: Bailau; Mikrotonalitas; Analisis Spektral; Histeria (Lacanian); Fantasi (Žižek)


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26887/musica.v5i2.6125



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Alamat Redaksi:

Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077

Email: musica@isi-padangpanjang.ac.id 

 

 Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.