VIDEO DOKUMENTER BUDAYA TANEYAN LANJANG SUMENEP SEBAGAI MEDIA INFORMASI

nicholaus wayong kabelen

Abstract


Taneyan Lanjang merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Madura dalam corak permukiman. Sumenep adalah bagian dari pulau Madura yang memiliki karakter kebersamaan yang kuat, tangguh, keras, ulet, persaudaraan dan kekerabatannya, dan kepribadian lainnya. Taneyan Lanjang berasal dari bahasa Madura yang artinya Taneyan adalah halaman dan Lanjang itu adalah panjang. Taneyan Lanjang merupakan halaman panjang yang terdiri dari suatu kumpulan rumah yang berjejer dalam satu keturunan keluarga yang mengikatnya.

     Banyak masyarakat Madura khususnya Sumenep kurang mengetahui dengan budaya  ini. Bahkan untuk generasi remaja masyarakat madura di Sumenep kurang tertarik dengan kelestarian budaya Taneyan Lanjang. Peneliti luar negeri menganggap budaya Taneyan Lanjang itu sebagai aset yang harus diberdayakan.

Maka dari itu diperlukan budaya Taneyan Lanjang Sumenep untuk dipublikasikan berupa video dokumenter expository sebagai media informasi. Karena bentuk dokumenter ini memberikan sajian sebuah narasi dengan pesan persuasif yang dikombinasikan dengan serangkaian gambar yang bertujuan agar lebih deskriptif dan informatif.  Supaya masyarakat Madura di Kabupaten Sumenep dapat mengenal dan mengetahui budaya Taneyan Lanjang kepada generasi muda di Sumenep dan dapat melestarikanan budaya Taneyan Lanjang sebagai identitas wilayah di Kabupaten Sumenep yang masih bertahan hingga saat ini.


Keywords


Video Dokumeter, Budaya Taneyan Lanjang, Media Informasi, Sumenep.

Full Text:

13-22 PDF

References


Andi, Prasetyo. (2011). Analisis Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten karanganyar dilihat dari Rasio Pendapatan Daerah pada APBD 2006-2008. Skripsi. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ayawaila, G. R. (2008). Dokumenter: Dari Ide sampai Produksi. FFTV-IKJ Press.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Baksin, Askunrifai. (2009). Videografi. Operasi Kamera dan Teknik Pengambilan Gambar. Bandung : Widya Padjadjaran.

Darmawan, Deni, & Kunkun Nur Fauzi. (2013). Sistem Informasi Manajemen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Elizabeth, Lutters. (2004). Kunci Sukses Menulis Skenario. Jakarta : Grasindo.

Griffin, (2006). Analisa Segmentasi, Targeting, dan Positioning. Husna, Jakarta : 2012.

Hendratman, Hendi. (2014). Computer Graphic Design. Bandung: Penerbit Informatika

Hendratman, Hendi. (2017). The Magic of Adobe Premiere Pro. Bandung : Informatika.

Kusrianto, Adi. (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta : Andi Offset.

Mussahada, Muh. Husen. (2010). Membuat Company Profile. Yogyakarta : Skripta Media Creative.

Prasetyo, Andi. (2011). Bikin Film itu Gampang. Jawa Tengah: Bengkel Sinema. Pratista, Himawan. (2008). Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

Rizal, M. (2014). Pengaruh Menonton Film 5 CM Terhadap Motivasi Kunjungan Wisata Ke Gunung Semeru. (Analisis Regresi Sederhana Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi TA 2012 Universitas Gadjah Mada), 14.

Sanyoto, Sadjiman Ebdi (2009). Nirmana Dasar-dasar Seni dan Desain. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitati, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Semedhi, Bambang (2011), “Sinematografi – Videografi Suatu Pengantar”, Penerbit Ghalia Indonesia, Bogor.

Tanzil, Candra. (2010). Pemula Dalam Film Dokumenter: Gampang-gampang Susah. Jakarta Pusat : In-Docs.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/os.v3i1.3260

Offscreen is indexed by: