Analisis Kreatifan Lokal Sulapa Eppa Dalam Dinamika Sosial Modren Teori Habistus Bourdieu
Abstract
Penulisan ini membahas transformasi nilai kearifan lokal Sulapa Eppa dalam dinamika sosial modern dengan menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu sebagai kerangka analisis. Sulapa Eppa, sebagai falsafah kosmologi masyarakat Bugis yang memuat empat unsur dasar, seperti, angin, api, air, dan tanah yang menjadi pondasi pembentukan nilai moral seperti macca (cerdas), malempu (jujur), warani (berani), dan getteng (teguh). Nilai-nilai ini telah lama membentuk habitus masyarakat Bugis melalui pewarisan budaya dan praktik komunal. Namun, modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi digital menciptakan arena sosial baru yang memengaruhi cara masyarakat Bugis menafsirkan, mempertahankan, maupun menyesuaikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis literatur terkait Sulapa Eppa, dinamika perubahan sosial, dan teori habitus Bourdieu. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun beberapa praktik budaya mengalami pelemahan, nilai inti Sulapa Eppa tetap bertahan melalui negosiasi dan adaptasi dalam arena pendidikan, ekonomi, dan budaya digital. Modal budaya, sosial, ekonomi, dan simbolik memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai Sulapa Eppa, sementara agen budaya seperti pemuka adat dan lembaga pendidikan menjadi aktor kunci dalam mempertahankan kuasa simboliknya di era modern
Keywords
References
Achmad, Z. A. (2015). Teori Sosial Posmodern. FISIP. Universitas Airlangga. Surabaya.
Anjani, S. Y. (2023). Perubahan Sosial Serta Upaya Menjaga Kesinambungan Masyarakat. Jurnal Pendidikan IPS, 1-9.
Bourdieu, P. (2020). Pertanyaan-Pertanyaan Sosiologi. IRCiSod. Yogyakarta
Encyclopaedia, B. (Januari, 2023). Pierre Bourdieu French sociologist and Public Intellectual. https://www.britannica.com/biography/Pierre-Bourdieu
Jusmiati, J. (2024). Bentuk Dan Makna Simbolik Sulapa’eppa’sebagai Falsafah Hidup Suku Bugis-Makassar. Journal Idea of History, 7(2), 121-132.
Krisdinanto, N. (2016). Pierre Bourdieu, Sang Juru Damai. KANAL: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 189-206. https://doi.org/10.21070/kanal.v2i2.300
Mattulada. 1985. Latoa: Satu Lukisan Analitis Terhadap Politik Orang Bugis. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Wattimena, R. A. . (April, 2012). Berpikir Kritis bersama Pierre Bourdieu–Rumah Filsafat. Rumah Filsafat, 1–24. https://rumahfilsafat.com/2012/04/14/sosiologi-kritis-dan sosiologireflektif-pemikiran-pierre-bourdieu/
Wiranata, A. (2020). Perubahan Sosial dalam Perspektif Pierre Bourdieu. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.13585.04965
Wuriyani, E. P. (2019). Mengenalkan Pemikiran Pierre Bourdieu untuk Sastra. 7(1). 7–11.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/vartjofa.v5i1.6134

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This journal Indexed by:
V-Art: Journal of Fine Art 
E-ISSN 2809-2589 | DOI: 10.26887/vartjofa.v3i1 ![]()
Website: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/viart/index
Email: viartjournal@gmail.com | Support Contact Email: thegar.risky@isi-padangpanjang.ac.id
Editor in Chief: Rajudin, S.Pd., M.Sn| Managing Editor: Eva Yanti, S.Ds., M.Si | Thegar Risky.S.Kom
Publisher: Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Indonesia 27128 | Phone: (0752) 82077 | Fax: (0752) 82803
V-Art: Journal of Fine Art © 2021 by LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang is licensed under Attribution-NonCommercial 4.0 International



3.png)

















