ALAT MUSIK TIUP: BANSI DALAM RITUAL PENYADAPAN ENAU DI NAGARI SARUASO MINANGKABAU

Arga Budaya

Abstract


Bansi adalah alat musik tiup dari bambu jenis tolang. Di nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat digunakan Tukang Sadok Onou untuk proses penyadapan enau. Proses tersebut erat hubungannya dengan kepercayaan dan keyakinan beragama Islam, serta tradisi masyarakat Saruaso yang mengandung aspek magic/magis. Kegiatan Tukang Sadok Onou ataupun yang menyerupainya [dalam pandangan peneliti] secara umum tergolong bentuk-bentuk upacara/ritual dalam kebudayaan suku-bangsa Melayu yang jauh lebih luas, terkhususkan pada etnik Minangkabau

Keywords


Bansi; Menyadap Enau; ritual

Full Text:

PDF

References


A.A. Navis. 1986. Alam Terkembang Jadi Guru Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Pers.

Cooper, Paul. 1981. Perspective in Music Theory: An Historical-Analytical Approach. New York: Harper and Row.

Erman Makmur. 1970. Alat Musik Tradisional Minangkabau. Padang: Museum Adityawarman.

Hood, Mantle. The Ethnomusicologist. New York: The Kent State University Press.

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Midgley, Ruth. 1976. Musical Instruments of the World. New York: Fact on File.

Pono Banoe. 1984. Pengantar Pengetahuan Alat Musik. Jakarta: Baru.

Samsoeri Effendi. 1982. Ensiklopedi Tumbuh-Tumbuhan. Surabaya: Karya Anda.

W.J.S. Poerwadarminta. 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

“Masyarakat Nagari Saruaso Sampai Saat Ini: Pegang Teguh Itu Kesenian Tradisional.” Dalam Haluan, Rabu, 30 Maret 1994, hal. VII.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ekse.v14i1.166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi:

LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077

Email: red.ekspresiseni@gmail.com 

 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


View My Stats