SITI MANGGOPOH: SEBUAH CATATAN SEJARAH DALAM PERTUNJUKAN KARYA SENI TEATER

Yuniarni Yuniarni

Abstract


Naskah cerita perjuangan Siti Manggopoh di Kabupaten Agam Sumatera Barat ditulis oleh Afrizal Harun dan diadaptasi kembali oleh Sulaiman Juned. Naskah ini dianalisis lewat  konsepsi penyutradaraan teater Barat melalui pendekatan teater rakyat Tupai Janjang di daerah Palembayan yang hampir punah. Hanya beberapa orang saja yang mampu dan mau memainkannya. Paduan kedua bentuk teater [kebaruan] dengan cerita yang berbeda belum pernah digarap. Ini jadi daya tarik penulis sebagai sutradara mengolah-mengemasnya menjadi transformasi moral bagi masyarakat.

Keywords


Siti Manggopoh; teater; Tupai Janjang

Full Text:

PDF

References


Anirun, Suyatna. 2000. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI Press.

Bandem, dan Sal Murgianto. 2002. Teater Daerah Indonesia. Yokyakarta: Pustaka Budaya.

Dahrendorf, dalam K.J.Veeger. 1985. Realitas Sosial, Refleksi Filsafat Sosial atas Hubungan Individu Masyarakat dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Jakarta: PT. Gramedia.

Leander, Viktor L. 1984. Kamus Belanda Indonesia. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Melalatoa, Junus M. 2005. Aceh Kembali ke Masa Depan, Memahami Sebuah Perspektif Budaya. Jakarta: IKJ Press.

Nalan, Artur S. 1998. Mencipta Teater. Bandung: CV. Geger Sunten.

Sembung, Willy F. 1993. Pengetahuan tentang Bentuk-bentuk Lakon. Bandung: CV. Rosda.

Sahid, Nur. 2008. Sosiologi Teater. Yokyakarta: Prastita Press.

Tasman, Abel dkk. 2004. Siti Manggopoh: Catatan Perjuangan Singa Betina. Padang: Citra Budaya Indonesia.

Yudiaryani. 2002. Panggung Teater Dunia: Perkembangan dan Perubahan Konvensi, Yogyakarta: Pustaka Gondho Suli.

Waluyo, Herman J. 2001. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: PT. Prasetya Widya Pratama.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ekse.v14i2.231

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats