BENTUK DAN PENEMPATAN ORNAMENPADA MESJID AGUNG PALEMBANG

Muhsin Ilhaq

Abstract


Tulisan ini berangkat dari kenyataan tentang perpaduan gaya Eropa dan Cina pada
arsitektur mesjid Agung Palembang. Secara kultural gaya Eropa banyak dipengaruhi oleh
ajaran Nasrani, sementara Cina banyak dipengaruhi ajaran Budha, keduanya tidak
mempermasalahkan tentang penggambaran makhluk hidup. Hal demikian menimbulkan
pertanyaan dan menjadi pusat perhatian tulisan ini mengenai “bentuk dan penempatan
ornamentasi pada mesjid Agung Palembang”. Berdasarkan analisis data yang didapatkan
langsung di lapangan, tidak terdapat indikasi yang menunjukkan ornamen binatang
maupun pengayaan binatang pada mesjid Agung Palembang, sehingga ornamentasi pada
mesjid Agung Palembang bisa diterima oleh umat muslim terutama di Palembang.


Full Text:

PDF PDF

References


Dresser, Christopher. 2012. Principles

of Decorative Design (fourth

edition). London: The Project

Gutenberg eBook.

Forsgren, Krista A. 2002. Art of The

Islamic World. Washington,

D.C. Smithsonian Institution.

Guntur. 2004. Ornamen Sebuah

Pengantar. Surakarta: P2AI

STSI Surakarta bekerjasama

dengan STSI Press Surakatra.

Yuliadi. 2007. Masjid Agung Banten,

Nafas Sejarah dan Budaya.

Ombak:Yogyakarta

Kartika, Dharsono Sony. 2004. Seni

Rupa Modern. Bandung:

Rekayasa Sains.

Leo, Sutanto. 2013. Kiat Jitu Menulis,

Skripsi, Tesis dan Dissertasi.

Jakarta: Erlangga.

Qodratillah, Meity Taqdir. 2008.

Kamus Bahasa Indonesia.

Jakarta: Pusat Bahasa

Departemen Pendidikan

Nasional.

Sanjaya, Wina. 2013.Penelitian

Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Yudoseputro,Wiyoso.2012.Pengantar

Seni Rupa Islam Di Indonesia.

Bandung: Angkasa.CV.Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Tinarbuko, Sumbo. 2009.

Semiotika

Komunikasi Visual. Jala Sutra:

Yogyakarta

Weatherford, Jack. (1997). Sejarah

Uang (terjemahan).

Yogyakarta: Bentang Budaya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats