Makna Simbolik Tradisi Batarewai dalam Perkawainan Masyarakat Koto Gadang

Hamimi Julita AR, Mutia Kahanna, Emzia Fajri

Abstract


Penelitian ini mengkaji makna simbolik tradisi Batarewai dalam prosesi perkawinan masyarakat Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian bertujuan untuk memahami sejarah, tahapan prosesi, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Batarewai perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, merujuk pada teori interpretatif simbolik Clifford Geertz. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan niniak mamak, pelaku adat, dan pengrajin, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Batarewai perkawinan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Setiap tahapan memuat simbol-simbol budaya yang merepresentasikan nilai tanggung jawab, silaturahmi kekerabatan, pendidikan adat, serta peran mamak dalam sistem kekerabatan Minangkabau. Tradisi ini berfungsi sebagai mekanisme pewarisan nilai adat dan penguatan identitas budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa Batarewai perkawinan tidak hanya berfungsi sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai media edukasi sosial dan simbolik dalam menjaga keberlanjutan adat Minangkabau di tengah perubahan sosial.


Keywords


Tradisi Batarewai; Perkawinan Adat; Simbol Budaya; Minangkabau; Etnografi

Full Text:

PDF

References


Arianto dan Aminuddin. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika.

Citra, Ayu Dewi. 2021.“Makna Tradisi Upacara Adat Kawin Cai di Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat”.Skripsi. Jakarta : IAIN Jakarta.

Commans .1987. Manusia Daya Dahulu Sekarang Masa depan. Jakarta:

PT Gramrdia.

Etek, Azizah, mursyid A.M., dan Arfan B.R. 2007. Koto Gadang Masa Kolonial. Yogyakarta: lkis.

Emzir.2011, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: PT Raja. Grafindo.

Faidur, Muhammad Rahman.2021. “Motivasi Silaturrahim Pengantin Baru Kepada Kerabat Dekat Dalam Tradisi Masyarakat Banjar Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah”. Skripsi. IAIN: Palangka Raya.

Geertz, Clifford. 1989. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa (terjemahan oleh Aswab Mahasin). Jakarta: Pustaka Jaya.

Hakimy, Idrus (1998). Pegangan Panghulu, Bundo Kanduang, Dan Pidato Alua Pasambahan Adat Di Minangkabau. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Herianti, Risna (2020). Nilai Budaya Dalam Tradisi Manjalang di Desa Lhok Pauh Kecamatan Alafan Simeulue. Skripsi. Aceh: UIN Ar-Raniry Aceh.

Hidayat, Syarifudin dan Sedarmiyanti, 2005. Metodelogi Penelitian. Jakarta : CV. Mandar Maju.

Koentjaraningrat.1987. Sejarah Teori Antopologi I. Jakarta: Universitas

Indonesia.

“ “ 1969. Pengantar Antropologi. Jakarta: P.D Aksara.

“ “ 1979 Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambata.

Kisti, Lidia (2011). Pergeseran Fungsi Mamak Kandung Dalam Keluarga pada Masyarakat Nagari Kubang, Kabupaten Lima Puluh Kota. Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.

Maulana, ilham priyadi (2017). Prosesi Tradisi Batarewai Di Kenagarian Koto Gadang kecamatan IV koto Kabupaten Agam. Diunduh pada tanggal 23 September 2021 dari http://scholar.unand.ac.id/25780/

Piotr, Sztompka. 2007. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Grup.

Pratama, Wahyu. (2019). Gondang Oguang Dalam Upacara Manjalang Niniak Mamak di Desa Ngaso, Ujungbatu, Riau. Skripsi. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Reendra . 1983. Mempertimbangkan Tradisi. Jakarta : PT Gremedia .

Sindung, H (2012). Spektrum Teori Sosial. Jakarta: Ar-ruzz Media.

Sugiyono . 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Albeta CV.

Soekanto. 1993. Kamus Sosiologi. Jakarta : PT Raja Gravindo Persada.

Sumbar Kini. 2018. Batarewai, Tradisi Memakmurkan Nagari. Diunduh pada tanggal 28 september 2021 dari https://www.sumbarkini.com/2018/06/batarewai-tradisi-koto-gadang-memakmurkan-negeri.html?m=1

Spradley, P James. 2006. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Wirdianto. 2009. Pisikologi Lintas Budaya Indonesia. Salatiga: Widya Sari Press.

Wirawan. (2012). Teori –Teori Sosial Dalam Tiga Paragdima. Jakarta: Kencana




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ethnography.v4i2.6271

Ethnography : Journal of Cultural Anthropology

E-ISSN 3031-1616 | DOI: 10.26887/ekspresi 
Website: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ethno/index
Email: ethnography@isi-padangpanjang.ac.id | Support Contact Email: thegar.risky@gmail.com
Editor in Chief: Endrizal, S.Fil.I., M. A. | Managing Editor: Septriani, S.S., M.A.Thegar Risky.S.Kom | Elfira Roza, S.Kom
Publisher: Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat  (LPPM) ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Indonesia 27128 | Phone: (0752) 82077 | Fax: (0752) 82803

 



Ethnography : Journal of Cultural Anthropology© 2021 by LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang is licensed under Attribution-NonCommercial 4.0 International