Dikie Mauluik Dalam Upacara Maulid Nabi Di Korong Bukit Bio-Bio Nagari Sikucua Padang Pariaman

Yudi Pratama, Asril Asril

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk penyajian dikie mauluik yang berlangsung di Korong Bukit Bio-bio, Nagari Sikucua Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Dikie mauluik merupakan seni vokal tradisional bernuansa Islam, dilantunkan dengan irama bataranun, yang mengungkapkan rasa cinta dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini berfungsi sebagai media spiritual serta sebagai penguat identitas kolektif masyarakat. Penyajian dikie mauluik terdiri dari 12 bagian lagu yang diambil dari kitab Syarafal Anam, dan dinyanyikan secara bergantian oleh urang siak dalam posisi duduk melingkar. Pertunjukan ini dilaksanakan di surau, baik pada malam maupun siang hari, dengan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, hingga niniak mamak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa tradisi ini mengandung nilai-nilai religiusitas, kebersamaan, dan menjadi media spiritual bagi masyarakat Korong Bukit Bio- bio, Nagari Sikucua Utara, Kabupaten Padang Pariaman.


Keywords


Dikie Mauluik; Penyajian; Tradisi Islam; Minangkabau.

Full Text:

PDF

References


Abdillah, L. A., Hasibuan, A., Purba, S., Tjiptadi, D. D., Sudarmanto, E., Solissa, F., Putra, A. H. P. K., Mistriani, N., Simarmata, H. M. P., Manuhutu, M. A., & Salman. (2020). Human Capital Management. Yayasan Kita Menulis.

Alwasilah, C.A. (2011). Linguistik Suatu Pengantar. Angkasa: Bandung.

Andespa, R., Andespa, N., & Andespa, R. (2020). Halal Tourism Development in West Sumatera. 221–233. https://doi.org/10.2478/9788395720406-024

Aprisia Siska et al, (2016) Tradisi Malamang Dalam Prosesi Acara Maulid Nabi SAW DI PARIAMAN Vol. 3, No. 1

Arifin, Zaenal, Tasai dan Amran. (2010). Cermat Berbahasa Indonesia. Akademika Pressindo: Jakarta.

Asnan, G., & Oktavianus, O. (2023). Minangkabau Language and Change in People’s Political Orientation. Jurnal Arbitrer, 10(2), 160–168. https://doi.org/10.25077/ar.10.2.160-168.2023

Djelantik, A. A M. (1999). Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Indonesia.

Hermansyah, Mujiono, Budiastuti, L. K. S., & Warohman. (2009). Modul Pengembangan Diri Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling SMK. Paramitha Publishing.

Indrayuda, I., Marzam, M., & Samsudin, M. E. (2020). Randai as a Social Representation Minangkabau Society of the Past. Humanus, 19(1), 104.

https://doi.org/10.24036/humanus.v19i1.106302. Jabiri, M. Abed al-. Bunyat al-‘Aql al-‘Arabi Dirāsah Taḥlīliyyah Naqdiyyah Li Naẓm al-Ma‘rifah fīal-Thaqāfah al-‘Arabiyyah. Beirut: Markaz Dirasat al- Wahdah al-‘Arabiyyah, 2009. Cet. ke-9.

Jamil, M. (2015). Dilema Pemangku Adat Minangkabau: Sebuah Realita Kepemimpinan Ninik Mamak kini. Bukittinggi: Cinta buku Agency.

Katz, M. H. (2008). Women’s Mawlid Performances In Sanaa And The Construction Of “Popular Islam.”

International Journal Middle East Studies, 40(3), 484a-484a. https://doi.org/10.1017/s0020743808081397.

Masdin, M., & Usman, U. (2023). The Urgency of Islamic Education in the Family to Overcome Deviant Behavior at the Mawlid Celebration of the Prophet. Edumaspul - Jurnal Pendidikan, 7(2), 5914–5918. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v7i2.7505.

Mutia Yamesty dan Marzam (2022) dalam tulisannya “Struktur Penyajian Dikia Pauah” Sendratasik.

Palennari, M., Bin Jamaluddin, A., Syam, S., Nurdiyanti, N., Rosba, E., Machmud, M. T., & Fatmawati, A. (2023). The Power of Educational Values for Shaping the Character of University Students in the Disruption Era: Exploring Local Culture. Journal of Educational and Social Research, 13(6), 223. https://doi.org/10.36941/jesr-2023-0160.

Parera, J. D. (2004). Teori Sumantik. Erlangga: Jakarta.

Purhantara, Wahyu. 2010. Metode Penelitian Kualitatif untuk Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Putra, Andika Bayu (2021) “Paduya: Sebuah Komposisi Musik Dalam Euforia Mauluik” Tesis Karya program Pasca Sarjana ISI Padangpanjang.

Rustiyan, Sri. (2017). Aluang Bunian Karawitan Minangkabau Dalam Pamenan Anak Nagari Dari Penyajian Bagurau Ke Presentasi Estetik. Resital Jurnal Seni Pertunjukan, 16(2).

https://doi.org/10.24821/resital.v16i2.1510 Schechner, Richard. 2006. Performance studies, An introductions. Second edition. New York and London: Routledge.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Tatar, B. (2022). The Relationship Between Poetry and Music in the Context of Mawlid Recitation: A Philosophical Analysis. Dinbilimleri Akademik Araştırma Dergisi, 22(2), 739–756. https://doi.org/10.33415/daad.1107971.

Toekiyo, S. (1990). Tata Ruang Pentas. Surakarta: PT.Tri Tunggal Tata Fajar

Wardizal, W. (2022). Realitas Magis Pada Musik Tradisi Minangkabau: Sebuah Perspektif Kajian Budaya. Journal of Music Science Technology and Industry, 5(1), 131–150. https://doi.org/10.31091/jomsti.v5i1.1979

Yulianita Dewi, (2021) dalam jurnalnya “Dikie Pauh Dalam Acara Baralek Di Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang Provinsi Sumatra Barat” ISI Yogyakarta.

Zulvianti, N., Aimon, H., & Abror, A. (2022). The Influence of Environmental and Non-Environmental Factors on Tourist Satisfaction in Halal Tourism Destinations in West Sumatra, Indonesia. Sustainability, 14(15), 9185. https://doi.org/10.3390/su14159185




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v5i2.6098

Visitors

Flag Counter