MEMPERKUAT HUBUNGAN INDONESIA-MALAYSIA MELALUI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA

Diana Chitra Hasan, Temmy Thamrin, Yusrita Yanti, Nova Rina, Fadlul Rahman

Abstract


Kegiatan PKMini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya mahasiswa Malaysia yang akan mengikuti berbagai kegiatan seperti student exchange, academic exchange dan cultural exchange ke Indonesia. Dalam setiap kegiatan internasional yang melibatkan mahasiswa lebih dari satu negara selalu terdapat potensi kesalahpahaman karena perbedaan budaya. Rendahnya pemahaman lintas budaya ini bukan masalah kecil karena jika ini terjadi, tujuan global dari kegiatan antarbangsa yaitu memperluas jejaring yang dapat dipertahankan untuk jangka panjang, tidak akan dapat terwujud. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Selangor. Meskipun berasal dari bangsa serumpun, bukan berarti tidak terdapat perbedaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman lintas budaya. Dari sisi semantis, misalnya banyak kata yang sama tetapi memiliki makna yang jauh berbeda di kedua negara. Agar kegiatan yang melibatkan budaya yang berbeda dapat mencapai tujuannya, maka pemahaman lintas budaya perlu ditingkatkan. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kompetensi interkultural mahasiswa Universitas Selangor. Kompetensi interkultural adalah kompetensi pemahaman lintas budaya yang mencakup tiga dimensi yaitu dimensi sensitivitas, kesadaran (awaraness) dan keahlian (skill). Peningkatan kompetensi ini dapat dicapai dengan memberikan workshop dan seminar peningkatan pemahaman lintas budaya oleh pelaku PKM kepada mahasiswa-mahasiswa Universitas Selangor. Kompetensi interkultural peserta dapat diukur menggunakan skala yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya yaitu Intercultural Sensitivity Scale (ISS) dan Developmental Model of Intercultural Sensitivity. Dari kedua pengukuran ini diperoleh data kuantitatif tentang tingkat pemahaman lintas budaya peserta workshop yang dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal yang diperlukan untuk kesiapan mahasiswa menjadi peserta kegiatan internasional.

Keywords


kompetensi interkultur; lintas budaya; sistem sapaan; semantik

Full Text:

PDF

References


Bennett, M.J. (1993). A developmental approach to training for intercultural sensitivity. International Journal of Intercultural Relations, 10, 179–96.

Brown, L. (2009). A Failure of Communication on the Cross Cultural Campus. Journal of Studies in International Education Volume 13 Number 4

Chen & Starosta (2000). The Development and Validation of Intercultural Sensitivity Scale. Paper presented at The Annual Meeting of the National Communication Association. Seatlle 8-12 November 2000.

Korkut, P., Dolmaci, M., & Karaca, B. (2018). A Study on Communication Breakdowns: Sources of Misunderstanding in a Cross-Cultural Setting. Eurasian Journal of Educational Research, 18(78), 139-158.

Shupe, E. I. (2007). Clashing Cultures: A Model of International Student Conflict. Journal of Cross- Cultural Psychology, 38(6), 750-771.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/bt.v11i1.6078

Copyright (c) 2026 Batoboh



This Journal is Indexed by:

Batoboh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 

E-ISSN: 2599-1906 | P-ISSN: 2548-5458| DOI:10.26887/bt.
Website: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Batoboh/index
Email: batoboh@gmail.com : batoboh@isi-padangpanjang.ac.id | Support Contact Email: thegar.risky@gmail.com
Editor in Chief: Nitasri Murawaty Girsang, S.Pd., M.Si | Managing Editor: Thegar Risky.S.Kom | Febri Desman, S.Hum | Elfira Roza, S.Kom
Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat  (LPPM) ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Indonesia 27128 | Phone: (0752) 82077 | Fax: (0752) 82803


© 2026 The Authors. Articles published by Batoboh are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).