SENI KERAJINAN BORDIR HJ.ROSMA: FUNGSI PERSONAL DAN FISIK

Ranelis Ranelis

Abstract


Kerajinan bordir Hj. Rosma terdapat di Ampek Angkek Canduang, sebuah nagari di kabupaten Agam Sumatra Barat yang merupakan salah satu daerah sentra seni kerajinan bordir yang sedang tumbuh dan berkembang. Kegiatan membordir merupakan kegiatan perekonomian yang selain memiliki fungsi personal yaitu ekspresi dari Hj. Rosma dalam membuat motif-motif baru yang cantik dan menarik, dan memiliki fungsi fisik. Seni kerajinan bordir Hj. Rosma sebagai salah satu bentuk budaya tradisional berawal dari memproduksi perlengkapan rumah tangga yang berkembang menjadi produk fasion. Corak ragam hias yang terdapat pada bordiran Hj. Rosma adalah motif tumbuh-tumbuhan dalam bentuk bunga mawar, melati, kaluak paku dan motif geometris. Produk yang dihasilkan Rosma diantaranya adalah: mukenah, jilbab, baju kurung dan kebaya. Semua itu menunjukkan kemampuan Rosma dalam menciptakan ragam hias yang diilhami dari konsep “alam takambang jadi guru”. Nilai-nilai keindahan kain bordir secara visual bisa dilihat dari bentuk ragam hias yang ditampilkan, maupun dari fungsi kain bordir yang dihasilkan

Keywords


bordir Hj. Rosma; motif; fungsi

Full Text:

PDF

References


Djelantik, A. A. M. 2004. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Eswendi. 2002. Desain Ragam Hias Sulaman Bordir. Program Semi-que. Proyek Manajemen Pendidikan Tinggi. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.

Feldman, Edmud Burke. 1967. Seni Sebagai Ujud dan Gagasan, diterjemahkan oleh Sp. Gustami, (1991), judul asli “Art As Image and Idea”, Yogyakarta: Fakultas Seni Rupa dan Disain Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Gie, The Liang. 2004. Filsafat Keindahan. Yogyakarta: Pusat Belajar Ilmu Berguna (PUBIB).

Gustami SP. 2003. Metode Pendekatan dalam Kajian Seni Rupa, dalam Bunga Rampai Kajian Seni Rupa: Kenangan Purna Tugas Prof. Drs. Suwaji Bastomi. Semarang: UPT UNNES PRESS.

Hartoko, Dick. 1991. Manusia dan Seni, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Jumanta. 2005. Aneka pola Hias Tepi Untuk Sulam & Bordir: Flora,

Fauna, Dekoratif, dan Geometris. Jakarta: Puspa Swara.

Kartodirdjo, Sartono. 1982. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia.

Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT.

Rineka Cipta.

Nawawi, Hadari. 1983. Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ramli, Muhammad. 1995. Pelatihan Keterampilan Menyulam di sentra sulaman Hj. Rosma: Studi Tentang Proses Latihan Menyulam dan Ragam Hias yang Dilatihkan, Padang: FPBS IKIP.

Rohidi, Tjetjep Rohendi. 2000. Kesenian dalam Pendekatan Kebudayaan, Bandung: STSI Bandung Press.

Suhersono, Hery. 2007. Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wachid, Abdul B.S., Nita Indrawati & Yusrizal K.W. 1997. Hj. Rosma dan Nukilan Bordir Sumatra Barat, Padang: Citra Budaya Indonesia.

Williams, Raymond. 1981. Culture, Glasgow: Fontana Paperback.

Zulhelman. 2001. “Konsep Alam Takambang Jadi Guru dalam Ragam Hias Minangkabau”, Tesis, Yogyakarta: Program Pasca Sarjana UGM.

NARA SUMBER

Hj. Rosma (85 th), Pemilik usaha Hj.Rosma, wawancara tanggal 4 September 2012, Ampek Angkek Canduang.

Eddy R. Iskandar Dt. Mangiang (60 tahun) wakil dari Hj. Rosma, wawancara tanggal 7 Juni 2012, Ampek Angkek Canduang.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ekse.v16i1.61

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats