SENI KERAJINAN SONGKET KAMPOENG TENUNDI INDRALAYA, PALEMBANG

Aji Windu Viatra, Slamet Triyanto

Abstract


Kain songket tradisional Palembang merupakan warisan budaya yang digunakan pada  kegiatan  tradisi  tertentu,  seperti  busana  tradisional  adat  Sumatera  Selatan, upacara  pernikahan, marhaba (peresmian  nama  dan  pencukuran  anak  atau ucapan  selamat  datang),  dan  digunakan  oleh  masyarakat  Sumatera  Selatan diberbagai kepentingan luar kegiatan adat. Songket saat ini, tidak hanya terdapat di  kota  Palembang,  namun  telah  berkembang  hampir  ke  semua  daerah  di Sumatera Selatan, seperti di Kampoeng Tenun Indralaya. Keberadaan Kampoeng Tenun  Indralaya  merupakan  wujud  nyata  dalam  perkembangan  seni  kerajinan tenun  songket. Seni  Kerajinan  Songket  Kampoeng  Tenun  Indralaya, menggunakan pendekatan multidisplin, yakni pendekatan sejarah, sosiologi, dan estetika.Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif,  dengan analisis  deskriptif  analitik. Ragam  hias  songket  dalam  perkembangannya, menuntut  para  perajin  tenun  untuk  memiliki  kemampuan  dalam  menciptakan ragam  hias  songket  yang  baru,  sebagai  ciri  khas  atau  identitas  songket  yang berasal dari Kampoeng Tenun Indralaya

Keywords


Tenun Songket Palembang; Kampoeng Tenun Indralaya

Full Text:

PDF

References


Feldmen, Edmun Burke. 1967. Art as Image and Idea. New Jersey: The University of Georgia.Prentice Hall, Inc. Englewood Clifss.

Gustami, SP. 2000. Seni Kerajinan Mebel Ukir Jepara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

. 2004. Proses Penciptaan Seni Kriya: Untaian Metodologis. Yogyakarta: PPS ISI Yogyakarta.

Kartiwa, Suwati. 1989. Kain Songket Indonesia. Jakarta: Djambatan.

. 2007. Ragam Kain Tradisional Indonesia, Tenun Ikat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Rodgers, Susan and Anne Summerfield, dkk. 2007. Gold Cloths of Sumatra: Indonesia's Songkets from Ceremony to Commodity. Netherland: Cantor Art Gallery, KITLV Press.

Syarofie, Yudhy. 2007. Songket Palembang: Nilai Filosofis, Jejak Sejarah dan Tradisi. PemProv. Sum-Sel: Depdiknas, Sumatera Selatan.

William, Raymond. 1981.Culture.

Fortana Paperback, Glasgow

KORAN HARIAN

(3 Oktober 2009).“Berbagai Motif Songket Dihasilkan”. Sriwjaya Post, Palembang.

(25 Februari 2011). “BNI Kucurkan Rp. 1,6 milliar”. Sriwijaya Post, Palembang.

(25 Februari 2011). “Songket Kampoeng Tenun Mendunia”. Baturaja Region, Sriwijaya Post, Palembang.

(1 Maret 2011). “Obsesi Majukan Produk Lokal”. Sriwijaya Post, Palembang.

(28 September 2011). “Menjemput Peluang di Kampoeng BNI”. Media Indonesia, Jakarta.

(12 Januari 2012).“BNI Fokus Industri Kreatif”. Sriwijaya Post, Palembang.

(26 Januari 2012).“Kampung Tenun BNI Makin Maju”.Radar Palembang.

NARASUMBER

Erwan Suryanegara, (50 thn), Budayawan dan Dosen, wawancara tanggal 9 Maret 2014 di Palembang, Sumatera

Selatan.

Ernawati, (47 thn), Pengurus Koperasi Tenun Songket Anggrek, wawancara tanggal 26 April 2014 di Desa Muara Penimbung, Indralaya, Sumatera Selatan.

Fitria, (30 thn) Perajin Tenun Songket, wawancara tanggal 26 April

di Desa Sri Banding, Indralaya, Sumatera Selatan.

Hanafi, (60 thn), Tokoh Masyarakat, wawancara tanggal 30 Mei 2014 di Desa Sudi Mampir, Indralaya, Sumatera Selatan.

Ju Akhir, (40 thn), Perajin Tenun

Songket, wawancara tanggal 30 Mei 2014 di Desa Muara Penimbung, Indralaya, Sumatera Selatan.

Muhammad Sani, (35 thn), Pengurus Koperasi Besi Emas, wawancara tanggal 30 Mei 2014 di Desa Limbang Jaya, Indralaya, Sumatera Selatan.

Nirmala, (32 thn), Perajin Tenun Songket dan Pemilik Galeri Nirmala Songket, wawancara tanggal 23 Juni 2014 di Desa Talang Aur, Indralaya, Sumatera Selatan




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/ekse.v16i2.73

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats