Musikalitas Pantun Badondong dalam Tradisi Lisan Masyarakat Lima Koto Kampar Riau
Abstract
Pantun Badondong merupakan salah satu bentuk tradisi lisan masyarakat Lima Koto Kampar, Riau, yang masih bertahan dan dipraktikkan dalam berbagai aktivitas sosial budaya masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai bentuk sastra lisan, tetapi juga sebagai ekspresi musikal yang memperlihatkan hubungan erat antara teks verbal, pola melodi, ritme vokal, dan konteks pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan Pantun Badondong, menganalisis unsur-unsur musikal yang membentuk karakter pertunjukannya, serta menjelaskan fungsi sosial budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku seni dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musikalitas Pantun Badondong terbentuk melalui penggunaan pola melodi repetitif, ritme yang mengikuti tekanan bahasa pantun, tempo yang fleksibel, serta ekspresi vokal yang menyesuaikan situasi pertunjukan. Unsur-unsur musikal tersebut menunjukkan bahwa Pantun Badondong berfungsi sebagai media hiburan, komunikasi sosial, transmisi nilai adat, dan penguat identitas budaya masyarakat Lima Koto Kampar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baumgarten, A. G. (1750). Aesthetica. Frankfurt: Johann Christian Kleyb.
Blacking, J. (1973). How Musical Is Man? Seattle: University of Washington Press.
Dewey, J. (1934). Art as Experience. New York: Perigee Books.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Finnegan, R. (1992). Oral Traditions and the Verbal Arts: A Guide to Research Practices. London: Routledge.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Lord, A. B. (1960). The Singer of Tales. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Evanston: Northwestern University Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nettl, B. (2005). The Study of Ethnomusicology: Thirty-One Issues and Concepts. Urbana and Chicago: University of Illinois Press.
Ong, W. J. (1982). Orality and Literacy: The Technologizing of the Word. London: Methuen.
Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v6i1.30912
Visitors



