Struktur Musikal dan Fungsi Sosial Gandang Sarunai di Kabupaten Solok Selatan
Abstract
Gandang Sarunai merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang masih bertahan dalam kehidupan masyarakat Solok Selatan. Kesenian ini memadukan permainan instrumen gandang sebagai pengatur ritme dan sarunai sebagai pembawa melodi dalam berbagai aktivitas adat dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur musikal Gandang Sarunai serta menganalisis fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat Solok Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan seniman, tokoh adat, serta masyarakat pendukung, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musikal Gandang Sarunai dibangun melalui hubungan ritmis antara gandang dan melodi improvisatif sarunai yang bersifat fleksibel sesuai konteks pertunjukan. Struktur penyajiannya terdiri atas bagian pembuka, pengembangan, klimaks, dan penutup. Dalam kehidupan masyarakat, Gandang Sarunai memiliki fungsi sosial sebagai sarana pengiring upacara adat, media hiburan, sarana pewarisan nilai budaya, penguat solidaritas sosial, serta penanda identitas budaya masyarakat Solok Selatan. Keberadaan kesenian ini menunjukkan bahwa musik tradisional tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan budaya di tengah perubahan sosial masyarakat modern.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bahar, Mahdi. 2009. Islam dan Kebudayaan Seni Minangkabau. Malang: Malak.
Djelantik, A.A.M.. 1999. Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Merriam, Alan P.. 1964. The Anthropology of Music. Chicago: Northwestern University Press.
Miles, Matthew B. dan Huberman, A. Michael. 1994. Qualitative Data Analysis. California: Sage Publications.
Moleong, Lexy J.. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Murgiyanto, Sal. 1992. Seni Pertunjukan Indonesia. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Soedarsono, R.M.. 2002. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada Uni-versity Press.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yunus, Ahmad. 2018. “Kesenian Tradisional Minangkabau sebagai Identitas Budaya Lokal.” Jurnal Seni dan Budaya, 12(2), 45–56.
Zulfikar, Andri. 2020. “Eksistensi Musik Tradisional di Tengah Perubahan Sosial Masyarakat Minangkabau.” Jurnal Etnomusikologi Indonesia, 5(1), 21–34.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/jmen.v6i1.30920
Visitors



