SENI MUSIK SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN, EKSPRESI ESTETIS, DAN PELESTARIAN BUDAYA
Abstract
Seni musik merupakan salah satu cabang seni yang memiliki peran strategis dalam kehidupan manusia, baik sebagai media ekspresi estetis, sarana pendidikan, maupun instrumen pelestarian budaya. Musik tidak hanya dipahami sebagai susunan bunyi yang terorganisasi, tetapi juga sebagai bahasa simbolik yang merepresentasikan nilai sosial, identitas budaya, dan pengalaman emosional masyarakat pendukungnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji seni musik dalam konteks pendidikan dan budaya, dengan menyoroti peran musik sebagai media pembelajaran, pengembangan karakter, serta pewarisan nilai-nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, meliputi kajian musikologi, etnomusikologi, dan pendidikan seni. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni musik memiliki fungsi multidimensional, mencakup fungsi estetis, edukatif, sosial, dan kultural. Dalam pendidikan, seni musik berperan penting dalam pengembangan kreativitas, disiplin, dan kemampuan bekerja sama, sedangkan dalam konteks budaya, musik berfungsi sebagai media pelestarian tradisi dan identitas lokal. Artikel ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan kajian seni musik serta menjadi referensi bagi praktisi pendidikan dan peneliti seni budaya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Blacking, J. (1973). How musical is man? Seattle, WA: University of Washington Press.
Campbell, P. S. (2004). Teaching music globally: Experiencing music, expressing culture. New York, NY: Oxford University Press.
Campbell, P. S., McCullough, J., & Scott-Kassner, C. (2018). Music in childhood: From preschool through the elementary grades (5th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.
Djohan. (2009). Psikologi musik. Yogyakarta: Best Publisher.
Elliott, D. J., & Silverman, M. (2015). Music matters: A philosophy of music education (2nd ed.). New York, NY: Oxford University Press.
Hargreaves, D. J., Miell, D., & MacDonald, R. (2012). Musical imaginations: Multidisciplinary perspectives on creativity, performance, and perception. Oxford, UK: Oxford University Press.
Jamalus. (1988). Pengajaran musik melalui pengalaman musik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kartomi, M. (1990). On concepts and classifications of musical instruments. Chicago, IL: University of Chicago Press.
Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music. Evanston, IL: Northwestern University Press.
Nattiez, J.-J. (1990). Music and discourse: Toward a semiology of music. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Nettl, B. (2005). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues and concepts. Urbana, IL: University of Illinois Press.
Sachs, C. (1962). The wellsprings of music. The Hague: Martinus Nijhoff.
Sloboda, J. A. (2005). Exploring the musical mind: Cognition, emotion, ability, function. Oxford, UK: Oxford University Press.
Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sumarsam. (2003). Gamelan: Cultural interaction and musical development in Central Java. Chicago, IL: University of Chicago Press.
Supanggah, R. (1995). Etnomusikologi. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. Paris: UNESCO.
Welch, G. F., & Ockelford, A. (2016). The role of music in human development. London: Institute of Education Press.
Wiggins, J. (2015). Teaching for musical understanding (3rd ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Wright, R. (2010). Sociology and music education. Farnham, UK: Ashgate Publishing.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/lg.v11i2.6209
DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/lg.v11i2.6209.g2398

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
View My Stats

