PARABOLIC DRAMA: PENYANGKALAN TEORETIK TERHADAP TEATER ABSURD

Susandro Susandro, Afrizal H, Saaduddin Saaduddin, Edy Suisno

Abstract


ABSTRACT

Samuel Beckett's Waiting for Godot is one of the dramas that Martin Esslin calls the Absurd Theater. Furthermore, For Esslin, Theater of the Absurd is not only a term but a theater theory to know conventions and understand the meaning of a drama. In this way, Esslin puts the Absurd Theater into the trajectory of the development of the world's theater arts style, as well as leading the reader or audience to a perception that the life or routine that humans live in is meaningless, pointless and futile. However, the Theater of the Absurd, in the view of Michael Y. Bennett, a term that is supported by unstructured and abstract concepts. Therefore, it is necessary to develop an alternative, a term which he calls Parabolic Drama. A more structured term in understanding Waiting for Godot and other dramas that contain parallel philosophical values. This article tries to explain the dialectic of the two theater theories above, the extent to which they can bind one drama and encompass another drama.

 

ABSTRAK

Waiting for Godot karya Samuel Beckett merupakan salah satu drama yang disebut dengan istilah Teater Absurd oleh Martin Esslin. Lebih jauh, Bagi Esslin, Teater Absurd tidak hanya suatu istilah melainkan teori teater untuk mengetahui konvensi serta memahami makna suatu drama. Dengan begitu, Esslin menempatkan Teater Absurd ke dalam lintasan perkembangan gaya seni teater dunia, sekaligus menggiring pembaca atau penonton pada suatu persepsi bahwa kehidupan atau rutinitas yang dijalani manusia tidaklah bermakna, tidak ada tujuan dan sia-sia. Namun, Teater Absurd, menurut pandangan Michael Y. Bennett, istilah yang didukung oleh konsep-konsep yang tidak terstruktur serta abstrak. Oleh karena itu, perlu dibangun suatu alternatif,istilah yang disebutnya dengan Parabolic Drama.Istilah yang lebih terstruktur dalam memahami Waiting for Godotserta drama lain yang mengandung nilai filosofis yang sejajar.Artikel ini mencoba memaparkandialektika kedua teoriteater di atas,sejauh mana keduanya dapat mengikat suatu drama dan melingkupi drama lainnya.

                                                                                                                                   

 


Keywords


Waiting for Godot;Teater Absurd; Parabolic Drama

Full Text:

PDF

References


Beckett, Samuel.“Sementara Menunggu Godot”. Terjemahan B. Verry Handayani-Teater Garasi.

Bennett, Michael. Y. (2011). Reassessing the Theatre of The Absurd: Camus, Beckett, Ionesco, Genet, and Pinter. New York: Palgrave Macmillan.

Esslin, Martin. (2008). Teater Absurd, terj. Abdul Mukhid. Mojokerto: Pustaka Banyumili.

Haryono, Edi, (ed). (2013). Rendra dan Teater Modern Indonesia. edisi revisi. Yogyakarta: Kepel Press.

Leach, Robert. (2008). Theatre Studies: The Basics.New York: Routledge.

Soemanto, Bakdi. (2001). Jagat Teater. Jakarta: Pustaka Jaya.

. (2002). Godot di Amerika dan Indonesia: Suatu Studi Banding. Jakarta: Grasindo.

https://pusatbahasaalazhar.wordpress.com/hakikat-hakiki-kemerdekaan/makna-figuratif-metafora-dan-metonimi/ (diakses 21 November 2020).




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v3i1.1342

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v3i1.1342.g617

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Statistic