DAMPAK TEKNOLOGI ATAS NILAI-NILAI SOSIAL PADA TRADISI BEKARANG SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN KARYA TARI SANGKUT DAK MENYAUH

Suaida Suaida, Susas Rita Loravianti, Eduard Zebua

Abstract


ABSTRACT

The dance work entitled "Sangkut Dak Menyauh" is inspired by the Bekarang tradition of the Muaro Jambi community. Bekarang tradition is a fishing tradition that is carried out jointly by using tangkul, lukah, jalo. Bekarang has become one of the community traditions that must be preserved, but along with the development of the times this tradition has changed, due to the capture factor that utilizes technology with various cheats to meet human interests practically so that it can damage fish habitats and the wider environment. The instructor interpreted the impact of technology on influencing social values in the Bekarang tradition as a personal expression in the form of contemporary dance with an abstract type of environmental theme that conveys social values. The methods of creation include feeling, research, exploration of the nature of the center, improvisation, formation, and evaluation. The work consists of three parts. First abstracting the behavior of humans who abuse technology against living things. Second, how technology destroys living things. These three symbols are ritual values.

 

ABSTRAK

Karya tari yang berjudul “Sangkut Dak Menyauh” terinspirasi dari tradisi Bekarang masyarakat Muaro Jambi. Tradisi Bekarang merupakan sebuah tradisi penangkapan ikan yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan tangkul, lukah, jalo. Bekarang menjadi salah satu tradisi masyarakat yang harus dilestarikan, namun seiiring dengan perkembangan zaman tradisi ini mengalami perubahan,  yang disebabkan faktor penangkapan yang memanfaatkan teknologi dengan berbagai kecurangan untuk memenuhi kepentingan manusia secara praktis sehingga dapat merusak habitat ikan dan lingkungan lebih luas. Pengkarya menginterpretasikan dampak teknologi memengaruhi nilai sosial dalam tradisi Bekarang sebagai ekspresi personal dalam bentuk tari kontemporer dengan tipe abstrak tema lingkungan yang menyampaikan nilai-nilai sosial. Metode penciptaan diantaranya merasakan, riset, eksplorasi sifat sentrum, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Karya terdiri dari tiga bagian. Pertama mengabstraksikan tingkah laku manusia yang menyalahgunakan teknologi terhadap makhluk hidup. Kedua bagaimana teknologi menghancurkan makhluk hidup. Ketiga simbol nilai ritual.

 


Keywords


sangkut dak menyauh; kontemporer; tradisi bekarang; dampak teknologi; nilai sosial

Full Text:

PDF

References


Hawkins, Alma M. (2003). Bergerak Menurut Kata Hati. Terjemahan I Wayan Dibia. Jakarta: Four Foundation.

Hawkins, Alma M. (2003). Creating Through Dance (Mencipta Lewat Tari. Terjemahan Y. Sumandiyo Hadi). Manthili Yogyakarta

Hasnah Sy. (2010). Pengetahuan Tari. Padangpanjang: Seri Buku Ajar

Saputra De Syahrial. (2012). Tradisi Bekarang Muaro Jambi. Tanjungpinang: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelstarian Sejarah dan Nilai Tradisional

Sardono W Kusumo. (2014). Sardono W Kusumo Hanoman Tarzan Homo Erectus. Jakarta: Prenada Media Group

Smith, Jacqualine. (1985) “Dance Composition” A Practical Guide for Teachers (“Komposisi Tari” Sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru. Terjemahan Ben Suharto). Yogyakarta: Ikalasti

Hadi, Sumandiyo Y. (2012). Koreografi Bentuk Teknik dan Isi. Yogyakarta: Cipta Media

Hadi, Y Sumandiyo. (2000). Seni dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia

Sumardjo, Jakob. (2002). Arkeologi Budaya Indonesia. Yogyakarta: Qalam

Sumaryono. (2003). Restorasi seni dan transformasi budaya.Yogyakarta: lembaga kajian pendidikan

Williams Raymond, (2004). Teori Budaya dan Budaya Pop, terjemahan John Storey. Yogyakarta: Qalam

DAFTAR INFORMAN

Rosmina. (43 tahun). Pengakap ikan, alamat Desa Sungai Kelemak, Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 08 Oktober 2018

Ipul. (50 tahun). Pengakap ikan, alamat Desa Sungai Kelemak, Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 08 Oktober 2018

Muhammad Fazrianto. (34 tahun). Swasta, alamat Desa Senaung, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 04 Februari 2014

Sukri. (43 tahun). Pengawas sekolah SMA 5 Kumpe Ulu, alamat Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 06 Februari 2019

Syafi’I. (53 tahun). Wiraswasta, alamat Desa Senaung, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 24 Juli 2019

Mizun. (50 tahun). Kepala Desa Arang-arang, alamat Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 31 Agustus 2019

Mulyadi. (49 tahun). Tetua Desa Arang-arang, alamat Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 31 Agustus 2019

Ridwan. (32 tahun). Ketua pemuda Desa Arang-arang, alamat Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, wawancara langsung pada 31 Agustus 2019




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v3i1.1345

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v3i1.1345.g616

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Statistic