SIMBOL KASAB SEBAGAI GAGASAN PENCIPTAAN KARYA TIRAI KALIGRAFI

Widyana Wulandari Z

Abstract


Abstrak

Penciptaan karya yang berjudul “Tirai Kaligrafi” mengangkat simbol Kasab sebagai objek penciptaan yang terfokus pada nilai Kasab tentang nasihat kehidupan pemimpin yang diekspresikan melalui seni kaligrafi bersumber dari Al-Qur'an. Kasab adalah benda adat milik masyarakat Aceh Selatan yang digunakan dalam setiap pelaksanaan upacara adat salah satunya pernikahan. Metode penciptaan karya ini melalui beberapa tahap. Tahap eksplorasi, eksperimen, perenungan dan pembentukan. Bahan dasar yang digunakan yaitu kayu surian. Pemilihan medium kayu yang digunakan memiliki kepadatan agar dapat diukir menggunakan mesin Scrool Jigsaw. Teknik pengerjaan yang digunakan yaitu teknik ukir kerawang. Tenik finishing menggunakan cat hitam, emas dan clear. Karya yang diciptakan berjumlah lima item, dengan rupa dua dimensi. Visualisasi karya merupakan ekspresi kaligrafi yang menjadi ornamen pengisi memenuhi bidang lidah-lidah. Berdasarkan karya seni yang diciptakan bertujuan sebagai dakwah penekanan bentuk lebih mengutamakan kejelasan bentuk seni kaligrafi.

Kata Kunci: Kasab; Seni Kaligrafi; Konservasi; Dakwah

 

Abstract

The creation of the work entitled "Curtain Calligraphy" raised the Kasab symbol as the object of the invention, which focused on Kasab's values about the advice of a leader's life, which was expressed through calligraphy art sourced from the Qur'an. Kasab is a traditional object belonging to the people of South Aceh used in every implementation of conventional ceremonies, one of which is marriage. Creating this work goes through several stages—exploration, experimentation, reflection, and formation. The primary material used is Surian wood. The selection of the wood medium used has a density to be carved using a Scroll Jigsaw machine. The technique used is the filigree carving technique. The finishing technique uses black, gold, and transparent paint. There are five items created with a two-dimensional appearance. The visualization of the work is expression calligraphy becomes an ornament to fill the fields of the tongue. Based on the work of art created to proselytize, emphasis is placed on the clarity of calligraphy art.

Keywords: Kasab; Calligraphy Art; Conservation; Da'wah


Keywords


Kasab; Seni Kaligrafi; Konservasi; Dakwah

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur'an

Faqih, Abi. 2012. Contoh Kaligrafi Arab Dengan Bacaan Huruf Latin dan Artinya. Surabaya: Apollo Lestari

Guntur, 2004. Ornamen Sebuah Pengantar. Surakarta: P2AI bekerja sama dengan STSI Press Surakarta.

Gustami, SP, 2007.Butir-Butir Mutiara Estetika Timur “Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia”. Banda Aceh: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Bidang Adat dan Nilai Budaya.

Hermaliza, Essi, dkk. 2013. Simbol dan Makna Kasab di Aceh Selatan. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh.

Leigh, Barbara. 1989. Tangan-Tangan Terampil. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Sirrajuddin AR, D. 1992. Seni Kaligrafi Islam. Jakarta: Multi Kreasi Singgasana

Sustarina, Yelly. 2015. Catatan Pengrajin Kasab. Banda Aceh: Kota Naga.

Yudoseputro, Wiyoso. 1986. Pengantar Seni Rupa Islam Di Indonesia. Bandung: Angkasa.

Yulika, Febri. 2012. Sejarah Perkembangan Seni Islam dan Kesenian dalam Islam Jilid I. ISI Padangpanjang.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v4i1.1354

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v4i1.1354.g673

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Statistic