ANTROPOSENTRISME DALAM ANIMASI PRINCESS MONONOKE KARYA HAYAO MIYAZAKI

Alisca Putri Dirgantari, Yanti Heriyawati, Andang Iskandar

Abstract


This study analyzes the ethics of anthropocentrism contained in the animated film Princess Mononoke. The destruction of nature contained in the film is done by the antagonists, namely Miss Eboshi, Jiko-Bou, and their followers. The research method used is Roland Barthes' semiotic analysis which looks at three stages of significance, namely denotation, connotation, and myth. The stage of film analysis begins with identifying the form of oppression in the form of the selected scene, then the data is analyzed through the interpretation of denotative and connotative meanings to find myths. The results of this study indicate that this film represents the exploitation and ethics of anthropocentrism towards nature and the Shintoism gods who protect nature so that it triggers conflict between humans and the gods. The exploitation occurs because the antagonists want to conquer nature and the gods for personal interests and ambitions to gain profit and wealth without thinking about the ethics and moral status of nature, animals and non-humans in the film Princess Mononoke.

Keywords: Anthropocentrism; Exploitation of nature; Animated Film; Princess Mononoke.


ABSTRAK

Penelitian ini menganalisis etika antroposentrisme yang terdapat dalam film animasi Princess Mononoke. Kerusakan alam yang terdapat dalam film dilakukan oleh para tokoh antagonis yaitu Nona Eboshi, Jiko-Bou, dan para pengikut mereka.  Metode penelitian yang digunakan analisis semiotika Roland Barthes yang melihat pada tiga tahapan signifikasi yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Tahapan analisis film dimulai dengan mengidentifikasi bentuk penindasan berupa scene yang telah dipilih, kemudian data tersebut dianalisismelalui interpretasi makna denotasi dan konotasi untuk menemukan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan terjadinya eksploitasi dan etika antroposentrisme terhadap alam dan dewa-dewa Shintoisme yang menjaga alam sehingga memicu konflik antara manusia dan para dewa. Eksploitasi tersebut terjadi karena para tokoh antagonis ingin menaklukan alam dan dewa-dewa untuk kepentingan dan ambisi pribadi untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan tanpa memikirkan etika dan status moral alam, hewan dan yang non-manusia dalam film Princess Mononoke.

Kata Kunci: Antroposentrisme; Eksploitasi alam; Film Animacasi; Princess Mononoke.


Keywords


Anthropocentrism; Exploitation of nature; Animated Film; Princess Mononoke.

Full Text:

PDF

References


Alex Sobur. 2006. Semiotika Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya Analisis Teks Media Suatu Pengantar untuk Analisa Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis framing, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Alex Sobur, 2009. Semiotika Komunikasi, Jakarta, Remaja Rosdakarya.

Asaad, Ilyas, 2011. “Teologi Lingkungan (Etika Pengelolaan Lingkungan dalam Perspektif Islam)”, Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Dan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Blazer, Liz. 2016. Animated Storytelling-Simple Steps for Creating Animation and Motion Graphic. United States of America: Peachpit Press.

Fachrul, Muhammad Alatas. 2018. “Representasi Tanggung Jawab Ketua Tim Pendaki Dalam Film “Everest” (Analisis Semiotika Roland Barthes)” Jurnal Pantarei Vol.2 No.1 2018

Fiske, John. 1990. Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Ginting, Suka. 2012. Teori Etika Lingkungan. Antroposentrisme, Ekofeminisme, Ekosentrisme. Denpasar: Udayana University Press.

Ida Ayu Widiastuti, 2014.“Wacana Konflik Lingkungan Dalam Teks Film Animasi Mononoke Hime Karya Hayao Miyazaki” Tesis Universitas Udayana Denpasar.

Keraf, A. Sonny. 2002. Etika Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Lay,Cornelis. 2007. “Nilai Strategis Isu Lingkungan dalam Politik Indonesia”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik VOLUME 11, Nomor 2, November 2007 (153-286).

Putri, Yasa Aulia. 2018. “Analisis Semiotika Visual Animasi Upin & Ipin Episode “Ikhlas Dari Hati” Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Padang.

Mansoor, M, 1983. Environment and Values: The Islamic Perspective. Dalam Sardar, Z, The Touch of Midas,.op.cit.

Mulyana, Deddy. 2006. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Naess, A. 1993. Ecology, Community and Lifestyle. Cambridge University Press, Cambridge.

Napier, Susan. 2018 “Miyazaki World Life In Art” Yale University Press.

Ravets, J.R, 1971. Scientific Knowledge and Its Social Problems, OUP Publication, London.

Sardar, Z, 1987. Masa Depan Islam. Terjemahan: Islamic Future, Penerbit Pustaka , Bandung.

Sudibyo, Agus. 2001. Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: LKIS.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2017. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wahjuwibowo, Indiawan. 2018. Semiotika Komunikasi Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi Edisi 3. Jakarta : Mitra Wacana Media.

White, J.R, and Lynn.1967. The Historical Roots of Our Ecological Crisis. J. Science: 155; 1203-1207.

Internet

https://www.color-meanings.com/

https://tensai-indonesia.com/warna-penting-di-jepang

https://en.wikipedia.org/wiki/Bo-hiya

https://en.wikipedia.org/wiki/Fire_arrow

https://www.rottentomatoes.com/m/princess_mononoke_1999




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v4i2.2113

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v4i2.2113.g788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MAPJ Indexed By:


Melayu Arts and Performance Journal

E-ISSN: 2656-3509| P-ISSN:2656-0232 | DOI: 10.26887/mapj 
Website: http://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/MAPJ/index
Email: editor.mapj@gmail.com  | redaksimapj@isi-padangpanjang.ac.id
Editor in Chief: Dr. Dede Pramayoza | Managing Editor: Saaduddin, M.Sn
Publisher: Program Pasca Sarjana ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan Padangpanjang 27128
Phone: (0752) 82077, Fax: (0752) 82803

Creative Commons License

Melayu Arts and Performance Journal (MAPJ) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License