JANGAN SEBUT ITU “BATIK PRINTING” KARENA BATIK BUKAN PRINTING

Embran Nawawi

Abstract


ABSTRACT

 

Batik is a culture in the history that proceeds in accordance with its civilization. Batik is a cultural history then becoming a world culture that want to be owned by many new civilizations. If Batik can be explained with the various basis of knowledge, then batik is a science in which there is special technique and process; Batik is Literature in which there are many stories, mantras, and beautiful prayers; Batik is a creativity which its every design is present individually; and Batik is an economy which is a clothing commodity plus art in one package. However Batik is not a printing, because Batik is a technique and process that together in it there is a motif/pattern with the produced artistic value and economic value. Therfore Batik should be seen in the form of  historical science (History), in the form of Arts and Creativity, even in the form of an unique marketing science.

 

Keywords: batik, printing, printing batik, not batik, not printing

 

 

ABSTRAK

 

Batik adalah sebuah budaya dalam sejarah yang masih berjalan sesuai dengan peradabannya. Batik adalah sebuah sejarah budaya yang mejadi budaya dunia yang ingin dimiliki banyak peradaban baru. jika Batik itu dapat dijelaskan dengan berbagai dasar ilmu, maka batik adalah sebuah Ilmu Pengetahuan yang di dalamnya terdapat teknik dan proses yang khusus, Batik adalah Sastra yang di dalam nya banyak kisah, mantra dan, doa yang indah, Batik adalah Kreatifitas yang setiap rancangannya hadir secara individual, dan Batik adalah perekonomian yang merupakan komoditi sandang dengan seni dalam satu kemasan. Tetapi batik bukan printing, karena Batik adalah sebuah teknik dan proses yang bersama di dalam nya ada motif /  pola dengan nilai seni yang dihasilkan, dan bernilai ekononi. Jadi batik seharus nya kita lihat dalam bentuk ilmu Sejarah, dalam bentuk Ilmu Seni dan Kreatifitas, bahkan dalam bentuk ilmu pemasaran yang unik.


Keywords


batik, printing, printing batik, not batik, not printing

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Angela Oscario. (2014, Oktober). Simu-lasi Citra Nasionalis Melalui Fashion: Studi Kasus Batik Prin-ting Dalam Gaya Hidup Post Modern Masyarakat Kota. Huma-niora Vol. 5 No. 2. Diambil 10 Desember 2018, dari http://jour-nal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/article/viewFile/3112/2498

Anita Singh dan Priyambada Tripathi. (2016, December). “Fusion Of Ba-tik Printing And Screen Printing On Khadi Saree Using Geometri-cal Motifs”. AJHS Asian Journal of Home Science Volume 11, Issue 2. Diambil 10 Desember 2018, dari http://www.researchjournal.co.in/online/AJHS/AJHS%2011(2)/11_429-434_A.pdf

Asa, Kusnin. (2014). Mozaik Of Indo-nesian Batik. Red& White Publi-shing. Indonesia

Musman, Asti dan B. Arini, Ambar. (2011). Batik Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta, Penerbit G-Media

Prasetyo, Anindito Dr. M.Sc. (2010). Batik Karya Agung Warisan Buda-ya Dunia. Yogyakarta. Penerbit Pura Pustaka

Siswamihardjo, Oetari. Prawirohardjo. (2002). Pola Batik Klasik: Pesan Tersembunyi Yang Dilupakan. Yogyakarta. Penerbit Pustaka Pe-lajar

SoedewiSamsi, Sri. (2007). Teknik Dan Ragam Hias Batik. Yogyakarta. (tp).

Stecker, Pamela. (1996). Fashion Design Manual. Macmillan Education Australia PTY LTD. Australia.

https://travel.kompas.com/read/2017/10/02/213000427/tips-membedakan-batik-tulis-hingga-print-jangan-tertipu-




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v1i1.628

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v1i1.628.g387

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Statistic