MOTIF EMUN BERKUNE KERAWANG GAYO DALAM PENCIPTAAN KRIYA KAYU
Abstract
Motif emun berkune adalah salah satu warisan budaya masyarakat di daerah Gayo (Aceh). Motif ini merupakan salah satu dari motif kerawang Gayo yang diterapkan pada rumah adat Gayo, produk budaya ini memiliki peran dan fungsi dalam sejarah perkembangan peradaban Gayo. Karena motif emun berkune selain dapat dinikmati sebagai hasil sebuah karya seni, juga mengandung makna filosofi dan penggambaran budaya Gayo itu sendiri. Motif emun berkune (awan bercabang-cabang) merupakan motif yang berbentuk geometrik, pada ujung motif berbentuk lingkaran memusat dan memiliki beberapa cabang. Motif emun berkune memiliki makna berpindah-pindah (merantau) atau memisahkan diri untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Landasan penciptaan karya terdiri dari landasan seni kriya ekspresi fungsional, bentuk dan landasan stilisasi. Perubahan bentuk secara stilisasi motif emun berkune dalam kriya kayu baik karya ekspresi maupun karya fungsional, berarti merubah bentuk motif emun berkune dengan cara menggayakan unsur-unsur bentuk yang ada di dalam motif. Karya yang diciptakan terbagi dua, yaitu karya fungsional dan karya ekspresi. Secara bentuk karya ini berbentuk karya dua dimensi dan karya tiga dimensi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Z. (2002). Makna Simbolik Warna dan Motif Kerawang Gayo pada Pakaian Adat Masyarakat Gayo. Universitas Negeri Yogyakarta.
Arma, H. (2011). Rumah Adat Pitu Ruang Gayo Takengon Aceh Tengah Provinsi Aceh. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Gustami, S. (2007). Butir-Butir Mutiara Estetika Timur, Ide Dasar Penciptaan Karya. Yogyakarta: Prasista.
Ibrahim, M. (2002). Syari`at dan Adat Istiadat. Takengon: Yayasan Maqamam Mahmuda.
Ibrahim, M. (2007). Mujahid Dataran Tinggi Gayo. Takengon: Yayasan Maqamam Mahmuda.
Kartika, D. S. (2016). Kreasi Artistik. Karanganyar: Citra Sain.
Salihin, A., Juned, S., & Dharsono. (2019). Motif Ukiran Kerawang Gayo Pada Rumah Adat Gayo. Jurnal Seni Rupa, 08(2580–2380), 68–79.
Salihin, A., & Kafri, S. A. (2023). Ragam Hias Aceh Dataran Tinggi (Kerawang Gayo & Mesikhat Alas). Banda Aceh: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh & The Gayo Institute.
Soedarso, S. (2006). Trilogi Seni. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.
Sunarto, B. (2013). Epistemologi Penciptaan Seni. Yogyakarta: Idea Press.
DOI: http://dx.doi.org/10.26887/relief.v5i2.3802
Relief: Journal of Craft 
E-ISSN 2809-2945 | DOI: 10.26887/relief ![]()
Website: https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/RELIEF/index
Email: jurnalrelief@isi-padangpanjang.ac.id | Support Contact Email: thegar.risky@gmail.com
Editor in Chief: Ahmad Bahrudin, S.Sn., M.Sn| Managing Editor: HIjratur Rahmi, S.Pd Redaktur : Yulimarni, S.Sn.,M.Si | Rahma Fitri Anna, S.K.M
Publisher: Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Indonesia 27128 | Phone: (0752) 82077 | Fax: (0752) 82803
Relief: Journal of Craft© 2022 by LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang is licensed under Attribution-NonCommercial 4.0 International












