ESTETIKA TARI ILLAU SIMAGEK AURDURI KECAMATAN X KOTO SINGKARAK KABUPATEN SOLOK

Yesriva Nursyam, Erlinda Erlinda

Abstract


ABSTRAK

Tulisan ini membahas tentang Estetika Tari Illau Simagek Aurduri Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis yang memaparkan keadaan di lapangan mengenai tari Illau. Penelitian menunjukkan bahwa tari di Minangkabau mengandung makna yang dalam serta nilai estetika tersendiri di tengah masyarakat pendukungnya, sebagaimana yang tampak pada tari Illau di Nagari Simagek Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Tari Illau yang merupakan tari tradisi masyarakat Simagek berfungsi sebagai tari yang digunakan dalam Batagak Gala bagi seorang penganten laki-laki. Hal ini membuat tari Illau Simagek memiliki perbedaan dengan tari Illau lainnya di Minangkabau, karena tari yang pada awalnya ditarikan untuk hiburan raja ini dipergunakan untuk batagak gala bagi sepasang pengantin, sementara tari Illau lainnya berhubungan dengan kematian.

 

Kata Kunci: tari Illau, Simagek, estetika, sosial budaya

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Daryusti. (2010). Lingkaran Lokal Genius dan Pemikiran Seni Budaya. Yogyakarta: Multi Grafindo

_______.(2009) ”Konsep Estetika Tari Minangkabau”. Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni STSI Padangpanjang, 4 (2). 1-17, No. 2

Dharsono Sony Kartika dan Nanang Ganda Perwira. (2004). Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains

Dibia, I Wayan, FX. Widaryanto, Endo Suanda. (2006). Tari Komunal. Jakarta: LPSN

Hatta, Muhammad. (1986). Alam Pikiran Yunani. Jakarta: Tintamas

Indrayuda. (2012). Eksistensi Tari Minangkabau. Padang: UNP Press

Indra Utama, “Dalam Tari Minangkabau (Sebuah Konsep Dasar)” Stensilan, 1996, dikutip oleh O’ong Maryono, Pencak Silat merentang waktu (Yogyakarta: Yayasan Galang. 2000)

Indra Utama. (2008). Spirit Minangkabau Dalam Tari: Memperingati Wafatnya Peneguh Tari Minangkabau Hoerijah Adam,10 November, Padang, pp. 1-5

Djafri. (1988). “Alam Minangkabau(Tutua Nan Badanga Warih Nan Bajawek). Bukittinggi: Tropic Offset

Sachari, Agus. (2002). Estetika (Makna, Simbol dan Daya). Bandung: ITB

Soedarsono. (1977). Tari-tarian Indonesia. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan

Widyastutieningrum, Sri Rochana. (2004). Sejarah Tari Gambyong Seni Rakyat Menuju Istasna. Surakarta: Citra Etnika

Zainuddin, Musyair. (2011). Membangkit Batang Terandam (Adat Salingka Nagari Minangkabau). Yogyakarta: Ombak.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats