Dramaturgi Resistensi Perempuan dalam Pertunjukan Senja dengan Dua Kematian

Lusi Handayani

Abstract


Artikel ini mengkaji dramaturgi resistensi perempuan dalam pertunjukan Senja dengan Dua Kematian karya Kirdjomulyo dengan menempatkan tubuh, emosi, dan tindakan performatif sebagai medium utama pembentukan makna. Penelitian berfokus pada transformasi karakter Wijasti sebagai representasi perempuan yang mengalami tekanan sosial, moral, dan struktural dalam sistem patriarki, serta bagaimana pengalaman traumatis tersebut dimanifestasikan melalui praktik pementasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian dramaturgi dan naratif, melalui analisis terhadap struktur dramatik pertunjukan, relasi tubuh dan dialog, serta interpretasi aktor di atas panggung. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi Wijasti tidak hanya terjadi pada tataran naratif, tetapi diwujudkan secara performatif melalui perubahan gestur, ekspresi vokal, ritme permainan, dan pengolahan ruang panggung. Praktik dramaturgi tersebut membentuk resistensi simbolik terhadap nilai-nilai patriarkal yang menindas, sekaligus menghadirkan kesadaran eksistensial perempuan sebagai subjek yang berdaya. Kajian ini menegaskan bahwa pertunjukan Senja dengan Dua Kematian berfungsi sebagai ruang artikulasi perlawanan perempuan dan wacana kritis terhadap ketimpangan kekuasaan dalam ranah domestik dan sosial melalui bahasa seni pertunjukan.

Keywords


dramaturgi; resistensi perempuan; patriarki; performativitas; teater Indonesia

Full Text:

PDF

References


Afrizal, H., Zaitun, K., & Susandro. (2024). Postdramatik: Dramaturgi teater Indonesia kontemporer. Jurnal Dimensi Teater, 19(1), 57–68.

Anjasmara, D. A. S., Lestari, P. A., & Suardana, I. W. (2023). Konsep pemeranan tokoh dalam pertunjukan teater. Jurnal Seni Pertunjukan, 8(2), 112–125.

Anirun, S. (1998). Menjadi aktor: Pengantar kepada seni peran untuk pentas dan sinema. Studiklub Teater Bandung.

Cantika, E. T., & Junaedi, F. (2025). Representasi resistensi perlawanan perempuan dalam film 'Tuhan Izinkan Aku Berdosa'. Jurnal Pewarta Indonesia, 7(2), 98–117.

Cixous, H. (1975). The laugh of the Medusa. Signs: Journal of Women in Culture and Society, 1(4), 875–893.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Endraswara, S. (2011). Metode pembelajaran drama: Apresiasi, ekspresi, dan pengkajian. CAPS.

Fakih, M. (2013). Analisis gender dan transformasi sosial. Pustaka Pelajar.

Fernanda, R. (2025). Biografi dan karya-karya Kirdjomulyo dalam sastra Indonesia. Jurnal Sastra Nusantara, 12(1), 45–62.

Harymawan, RMA. (1993). Dramaturgi. CV Rosda.

Hasanah, U. (2024). Interpretasi aktor dalam mewujudkan karakter perempuan resisten. Dalam S. Juned (Ed.), Antologi kajian teater Indonesia kontemporer (hlm. 78–95). ISI Press.

Korsmeyer, C. (2004). Gender and aesthetics: An introduction. Routledge.

Lehmann, H.-T. (2006). Postdramatic theatre (K. Jürs-Munby, Trans.). Routledge.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Miranda, M., Adab, F., Humaniora, D., Sunan, U., & Surabaya, A. (2024). Sistem patriarki sebagai faktor pemicu kekerasan terhadap perempuan: Analisis teoritis dan empiris. Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 3(5), 1–15.

Piscayanti, K. S. (2024). Teater sebagai ruang edukatif dan reflektif: Kajian performativitas. Jurnal Pendidikan Seni, 9(2), 134–148.

Putra, I. G. N. A. P., Suardana, I. W., & Ardhana, I. K. (2024). Fungsi edukatif pertunjukan teater dalam masyarakat. Jurnal Kajian Budaya, 14(1), 67–82.

Restiyani, D., & Rusdiarti, S. R. (2023). Perlawanan perempuan terhadap budaya patriarki dalam medium pertunjukan kontemporer. Jurnal Kajian Seni Pertunjukan, 6(2), 89–104.

Riantiarno, N. (2011). Kitab teater: Tanya jawab seputar seni pertunjukan. Grasindo.

Ridwan Hakim, A., Nugroho, S. S., & Setyawan, B. W. (2020). Representasi perempuan dalam budaya patriarki Jawa melalui pementasan teater: Pendekatan semiotika. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(2), 56–67.

Santosa, E. (2008). Seni teater (Jilid 2). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Saptaria, R. E. (2006). Acting handbook: Panduan praktis akting untuk film dan teater. Rekayasa Sains.

Satoto, S. (2012). Analisis drama dan teater (Bagian 1). Penerbit Ombak.

Siagian, R. (2017). Dramaturgi Opera Batak: Lakon Perempuan di Pinggir Danau. Jurnal Kajian Seni, 4(1), 78–92.

Siagian, R. (2018). Struktur dramatik dalam pertunjukan teater tradisi. Jurnal Seni Pertunjukan, 3(2), 45–58.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.

Sukma, M. V., & Sobur, A. (2023). Perlawanan kaum perempuan terhadap dominasi patriarki dalam novel. Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital, 3(2), 105–112. https://doi.org/10.29313/jrjmd.v3i2.2705

Suri, D. N. (2025). Tubuh perempuan sebagai ruang semiotik perlawanan dalam seni pertunjukan kontemporer. Jurnal Kajian Seni, 11(1), 23–38.

Vegh, T. (2020). The actor's interpretation and embodiment of character. Theatre Research International, 45(2), 145–162.

Yudiaryani. (2015). Perempuan dalam perjalanan teater modern Indonesia. BP ISI Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/cartj.v7i2.6290


Indexed By:

     


Creativity and Research Theatre Journal (CARTJ)

P-ISSN: 2715-5404  | E-ISSN: 2715-5412
Email: red.cartjjournal@gmail.com
Theatre Department
Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Jln. Bahder Johan. Kel.Guguk Malintang, Kec. Padang Panjang Timur.
Kota Padangpanjang, Sumatera Barat 27128, Indonesia
Telepon: 0752 (82077) | Fax: (0752) 82803


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License