PERKEMBANGAN KESENIAN WARAK DUGDER DI KOTA SEMARANG MELALUI APROPRIASI BUDAYA

paramitha dyah fitriasari

Abstract


Penelitian ini mengkaji bentuk kesenian Warak Dugder yang bersumber dari tradisi Dugderan di Kota Semarang. Tujuan penelitian yakni untuk menunjukkan bentuk apropriasi budaya sebagai upaya perkembangan kesenian Warak Dugder. Kesenian Warak Dugder merupakan hasil apropriasi, meskipun secara teks Tari Warak Dugder merupakan hasil dari kreativitas maskot hewan rekaan Warak Ngendhog yang ada pada prosesi Dugderan. Adapun bentuk apropriasi yakni berupa pemunculan gerak-gerak Warak yang dibuat lebih variatif dan mementingkan unsur-unsur keindahan tari, properti yang digunakan dalam kesenian warak dugder juga bervariatif. Apropriasi yang dilakukan oleh pencipta maskot binatang rekaan Warak Ngendhog merupakan bentuk akulturasi dan kesetaraan budaya yang diadopsi dan diadaptasi secara kreatif, selektif, dan atraktif, tetapi masih bisa dikenali. Dengan demikian Tari Warak Dugder dapat dikatakan sebagai hasil dari proses apropriasi, berupa produk baru yang bersumber dari tradisi Dugderan di Kota Semarang.

Keywords


apropriasi, kreativitas, kesenian, warak dugder

Full Text:

Untitled Remote PDF

References


Anggraini, Riska Ajeng dkk. 2014. Simbol-Simbol Budaya dala Keris Naga Kamardikan Karya Mpu Pathor Rahman. Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol.2, No.1, Art Nouveau.

Badra, I Wayan. 2015. Relief Naga di Pura Subak Wasan, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Forum Arkeologi Volume 28, Nomor 3, November 2015.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2005. Sosiologi Tari. Yogyakarta: Penerbit Pustaka.

Kusmayati, Hermien. 2000. Arak-Arakan Seni Pertunjukan dalam Upacara Tradisional di Madura. Yogyakarta: Yayayasan Untuk Indonesia.

Kustedja, Sugiri dkk. 2013. Makna Ikon Naga, Long, Elemen Utama Arsitektur Tradisional Tionghoa. Jurnal Sosioteknologi Edisi 30 Tahun 12, Desember 2013.

Poerwadarminta. 1939. Baoesastra Djawa. Batavia: Uitgevers Maatschappij.

Sanders, Julie. 2006. Adaptation and Appropriation New Critical Idiom. USA & Canada: Routledge.

Spradley, James P. Metode Etnografi, Yogyakarta : PT. Tiara Wacana, 1997.

Vlorentina, Clara. 2014. Analisis Makna Simbol Naga Pada Relief Arsitektur Maha Vihara Buddha Maitreya Cemara Asri Medan. Skripsi.Universitas Negeri Medan: Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni.

Yoswara, Harry Pujianto dkk. 2011. Simbol Makna dan Bentuk Naga (Studi Kasus: Vihara Satya Budhi Bandung). Institut Teknologi Bandung. Jurnal Komunikasi Visual Wimba Vol 3, No 2.

Young, James O, 2008, Apropriation in Cultural Arts, Australia : Blackweel Publishing




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v2i1.597

DOI (Untitled): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v2i1.597.g382

DOI (Remote): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v2i1.597.g383

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.26887/mapj.v2i1.597.g443

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Visitor Statistic