Wayang KASPO: Wayang Rakit Kontemporer Berbusana Adat dari Limbah Kulit Singkong sebagai Edukasi Budaya Berkelanjutan

Danti Rizki Amalia, Reza Pahlawan, Cholis Mahardhika, Dedy Sartono

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi wayang dengan memanfaatkan limbah kulit singkong yang berada di Kabupaten Gunungkidul. Wayang KASPO hadir sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan limbah organik di kabupaten tersebut dengan mengolahnya menjadi kerajinan berbasis budaya. Nama Wayang KASPO merupakan singkatan dari Wayang Alam Yang Adaptif Nusantara Go-green Kulit Singkong Asli Sirkular dan edukatif Pelestari Organik. Wayang ini dibuat dengan konsep kontemporer berbusana adat Nusantara yang dapat dirakit sendiri atau dress up. Wayang KASPO terdiri dari 1 wayang kontemporer, 2 pakaian adat, 3 tongkat, pengait, buku panduan, dan 3 macam kartu permainan, yaitu Kartu Kata adalah kartu percakapan dengan kalimat berbahasa daerah dari berbagai suku di Indonesia. Ketika memainkan Wayang KASPO, pengguna dapat mengucapkan dialog tersebut layaknya seperti seorang dalang yang sedang memainkan wayang. Kartu Terka adalah kartu tebak gambar tentang nama pakaian adat di Indonesia. Selain itu, terdapat Kartu Teka-Teki mengenai pakaian adat di Indonesia yang dapat diakses melalui QR Code yang tersedia di balik kartu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan dengan tahapan eksplorasi, desain dan perwujudan. Wayang KASPO diharapkan menjadi trend setter kerajinan berbasis budaya lokal yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu hasil dari penelitian ini dapat menjadi sarana edukasi budaya berkelanjutan

Keywords


wayang rakit; kontemporer; limbah kulit singkong; edukasi budaya

Full Text:

PDF

References


Darwin, R. (2024). Game-based learning: Inovasi pembelajaran abad 21. Prenada Media.

Fitri, S. (2019). Pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai bahan baku alternatif industri kreatif. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 8(2), 95–102.

Gustami, S. (2007). Butir-butir mutiara estetika Timur: Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia. Prasista.

Monavia, D. (2022). Produksi dan potensi singkong di Indonesia tahun 2020. Jurnal Agroteknologi Indonesia, 10(1), 45–52.

Prihartini, Y., & Buska, W. (2019). Pembelajaran berbasis sosial dan budaya. Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 25(2), 118–134. https://doi.org/10.30631/nazharat.v25i2.21

Supiyah, R., Lestari, D., & Ramadhan, T. (2021). Pengenalan budaya dan pakaian adat melalui media visual pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 6(2), 101–110. https://doi.org/10.21009/jpaudindonesia.062.05

UPMK. (2022). Modernitas dan tantangan pelestarian budaya lokal di era globalisasi. UPMK Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26887/bcdk.v9i1.6160



Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni 

E-ISSN: 2807-3622, P-ISSN: 2355-5149 | DOI: 10.26887/bcdk.
Website: http://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Bercadik/index
Email: bercadik@isi-padangpanjang.ac.id | jurnal.isipp@gmail.com
Editor in Chief: Prof. Dr. Andar Indra Sastra, M.Hum 
Publisher: LPPM ISI Padangpanjang
Jalan Bahder Johan Padangpanjang 27128
Phone: (0752) 82077, Fax: (0752) 82803

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.